Kanak-Kanak Sore Kemarin



"kanak-kanak sore kemarin"
-------

Disaat anak-anak asyik bermain, Amaq baru pulang 'ngawis'
 (nyabit rumput untuk pakan ternak). 
Amaq-Amaq lain memperbaiki 'berugaq' ronda. 
Dan Inaq-Inaq sedang momong anak. 
Sore yang alami.

***

♫꒰❛‿❛ΰΉ‘꒱☆

Chit-Chat (in) Hujan



Ngomong-ngomong soal hujan...

"Aku suka akhir tahun, karena hujan akan dengan senang hati berdatangan"
 Kata si melankolis. 

Hal ini tentu berbeda dengan si pembenci hujan. Bagi yang tidak suka, aku sarankan untuk waspada dan berhati-hatilah. Karena kamu akan sering mengeluh dibuatnya. "Rambutku lepek, padahal kemarin baru sampoan" "oh tidak kenapa hari ini hujan, apa ini pertanda sial? "Shit, aku lupa membawa payung"

Sering-sering sedia payung kalau kataku, karena bahkan cuma gerimis pun kamu ciut. Kesalnya minta ampun.

The One that Got Away




Dia yang singkat namun berarti

Pernah merasa punya pengalaman dengan seseorang dalam waktu singkat, namun waktu yang dilalui terasa amat berharga? Kalau iya, kamu ga sendirian.

Aku punya cerita yang sama, dialah sahabatku dari bangku sekolah. Si polos Raudatul Jannah. Kadang aku memanggilnya Chagi, begitu juga sebaliknya. Meski sudah mengenalnya sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP), tidak banyak kebersamaan yang kami lalui. Namun, setiap detik itu terasa selalu membekas. 

1o'clockrhythm




I don't want anything in our broken home.. Not the memories or the things we own.. Not the picture of us on the wall.. So take what you want..
Can you hear me? I'm tryna hear you.. Silence strikes like a hurricane.. I'm singing for you, you're screaming at me.. It's hard to see your tears in the pouring rain~

Happy your Day Sister


Watta!

Kita yang terpisah cukup lama.. Aku pindah SD sampai tuntas di Lombok dan jadi anak nenek, sedang kamu dari kecil sampai besar di Taliwang.. Kamu mana tau bahasa sasak.. Cuma aku yang bisa (:p) Dan itu cukup jadi PR buatmu kalau berkunjung ke rumah Papuq (nenek).



Inggar dengan pakaian khas adat sumbawa waktu ikut acara pawai sekolah (2015)
Masih ingat dulu kamu lahir di bulan puasa, bulan Novemeber tanggal 22, tahun 2003. Kamu lahir dirumah Papuq dengan bantuan Papuq Getiq. Tau ga, Papuq Getiq baru aja pergi.. Kamu harus berterimakasih sama Puq Getiq, berkat bantuan tangan ajaib beliau kamu lahir.



Dan namamu, diberi Bapak indah sekali. Inggar Mahendra Putri. Kata Bapak, terinspirasi dari nama  Bu Megawati Soekarno Putri. Mungkin karena waktu itu presiden kita Bu Mega ya. Bagus bukan inspirasinya? hehehe.. 

Namamu juga seindah hatimu, si penyabar diantara dua saudaranya hehehe.. Maafin kakak ya dek belum bisa jadi kakak yang baik. Dan belum punya waktu banyak buat adek belajar, jalan jalan, ataupun jadi teman ngobrol adek. Padahal sekarang waktu yang tepat untuk mendengarkan cerita-ceritamu karena sebentar lagi kamu udah mau SMA aja.. Cepetnya~


Maen ke sawah, since 2016
Di usia 15 tahun ini, kakak berharap Inggar makin dewasa dalam pikiran dan sikap. Mak sudah tidak muda lagi, ditambah terus sakit-sakitan, Aril juga masih kecil, jadi cuma Bapak dan Inggar yang bisa kakak andelin buat jaga Mak dan Aril dirumah. Semoga Inggar bisa lebih sabar dan dewasa ya dek. Kakak juga berharap Inggar tambah rajin belajarnya, sebentar lagi UN, BTS dan Blackpinknya dikurangin dulu wkwkwkwkwk.


Inggar nuntun Aril yang kesusahan jalan ditanjakan karena lokasinya semak-semak.
Ini waktu kita lari pagi, orang lari pagi di jalan raya atau KTC, kita malah di sawah xD
(2016)
Since, 2013
Selamat Ulang Tahun kurang lebih 649 km ^^. Happy your journey! Masih banyak masa yang akan kamu tempuh. Semoga jadi orang yang kuat! Semoga tambah rajin belajar, tetap berprestasi, lulus UN, sehat selalu, murah rezeki, diberkahi Allah, tambah sayang Allah, dimudahkan segala urusan. Amin.



°°°°

a Letter from Lianty Putri #2



Hari ini, surat dari Lianty tiba lagi :)
Sekitar lima hari yang lalu, terjadi percakapan diantara kami. Dan akhirnya sampailah surat ini. Sebetulnya Lianty udah ngirim surat dari bulan Mei lalu. Sayangnya, posisi ku waktu itu udah pindah kos. Akhirnya surat Lianty jadi lost. Gomennee~

alonely



Ada begitu banyak orang di dunia
ada yang singgah sebentar tanpa diundang, ada yang menjadikan kita penghiburan semata, ada pula yang tidak hanya sekedar mampir, namun di setiap pertemuan, ia selalu memberikan pelajaran, ada yang singgah karena sesuatu, lalu ada yang memilih pergi karena bosan / muak (?)

Cerita Perjalanan-Videografi "Kapal & Laut"



     Sejak kecil, menaiki kapal laut untuk sampai ke rumah atau pun berkunjung ke rumah nenek di seberang sana, sudah menjadi kebiasaan kami sekeluarga. Bagaimana tidak, jika di pulau Jawa, transportasi yang umum adalah kereta api, di daerah kami (west noestra) yang umum adalah kapal laut-kapal umum khusus penumpang pulang pergi. Sumbawa-Lombok kami tempuh bersama nahkoda dan para awak kapal. Di daerah kami tidak ada masinis dengan keretanya T^T Itu karena, (mungkin) daerah kami tidak memungkinkan untuk dibuat area kereta api, karena yang dominan adalah laut. Jadi, ketika di Jawa merasakan kereta api, rasanya Masya Allah, senang sekali :)

     Eh kok jadi ngomongin kereta sih hehe ayo kita lanjut lagi.



     Sudah sejak tahun 2016 akhir, alternatif kapal untuk menyeberangi pulau jawa-ntb aktif beroperasi. KMP Legundi namanya. Jadi sejak saat itu, untuk sampai ke rumah ataupun kembali ke rantauan, aku menggunakan alternatif kapal legundi. Dari pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Lembar Lombok Barat. 

 Banyak yang bertanya, "loh jadinya butuh berapa jam untuk sampai ke rumah?" Aku jawab kurang lebih 21 jam-satu setengah hari. Itupun baru sampai Lombok, belum Sumbawa. Menuju Sumbawa, aku masih harus menyeberang kapal lagi, tapi aku tidak kapok :)

    "Apa ndak mabuk atau capek seharian lebih di kapal?" Ah ngga, Alhamdulillah, aku tidak pernah mabuk. Mungkin karena sejak kecil sudah terbiasa dengan kapal laut. "Apa ndak bahaya, goyang-goyang misalnya?" Hm, ngga sih. Goyangannya pun biasa. Ngga pernah aku perhatikan karena berada di kapal tidak seseram yang dibayangkan, ada tempat bangku duduk dan televisi, kalau mau tidur, hanya dengan menyodori KTP kamu bisa dapetin matras (lapuk hehe) sebagai alas tidur. Di bagian atas kapal, ada ruang terbuka sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan luar kalau jenuh berada di dalam ruangan bawah.

    Mau ibadah pun tidak usah khawatir, disana ada musholla beserta alat sholat. Kami bahkan bisa bertarawih bersama di dalamnya (kalau pulkam saat bulan puasa). Kami juga bisa mandi dengan nyaman di kamar mandi. Airnya hangat hii.  " Lama banget ya untuk bisa sampai rumah" Hehe iya. Tapi aku suka :)

Kenapa?


    Karena, ini moment langka. Aku bisa menikmati perjalanan lebih lama. Menikmati laut lebih lama. Kapan lagi bisa cuci mata 24 jam non stop di hadapan biru air yang bermacam-macam. Birunya air hili, birunya tengah air, birunya air hulu. Birunya langit. Oren kuningnya sang mentari *eaa* ; menyaksikan sunset dan sunrise. Pemandangan yang jarang aku temui semenjak merantau. "Merantau?" Iya karena di rumah aku bisa melihat hanya dengan ke belakang rumah. Dibalik gunung, sawah dan kebun :) "Gunung"? wkwkw Sumbawa itu dikelilingi pegunungan btw, panasss wkwkw 


     Aku juga bisa berhemat jika menggunakan kapal. Jadi, tidak perlu budget ekstra untuk sampai ke rumah. "Tapi belum makannya?" Halah, emang apa aja sih yang mesti dima'em? Hehe, kalau bekal seperti snack aku bisa siapkan jauh hari sebelum berada di pelabuhan. Karena semua tau lah, makanan di kapal itu bisa lebih mahal berkali-kali lipat kkk. 

     Dan kamu juga dapat makan kok dari kapalnya sendiri, nasi kotak dengan lauk seadanya yang kekurangan rasa (bumbu) ngehehe. Satu lagi, walau pulang pergi sendirian, nyatanya aku benar-benar tidak sendirian. Dari dalam kapal aku mendapatkan banyak kenalan, dari ibu-ibu sampai yang sebaya. Bahkan ada yang berteman sampai sekarang.




Saat berada dalam Poso, seru euy! *-*

Salah satunya si cerdas yang satu ini. Risma Inayah. Mahasiswi Psikologi UIN Jogja yang juga berasal dari Sumbawa. Tapi Sumbawa kami berbeda. Dia berasal dari Empang-Sumbawa Besar.

    Seharian lebih aku bersamanya, tapi kenapa rasanya hangat banget ya :) Aku bertemu dengannya di dalam kapal saat balik Malang. Sedangkan dia balik Jogja. Ia bareng pamannya-Paman Jihad, tapi lebih akrab disapa Paman Yeng. 

      
Aku bahkan diberi tumpangan oleh pamannya yang juga hendak mengantar barang ke salah satu daerah di Jawa Timur. Alhasil, dari Tanjung Perak, kami bertiga, Aku, Risma bersatu dalam Poso besar yang dikendarai Paman Yeng. 

     Risma berhenti di Sidoarjo waktu itu, naik travel menuju Jogja. Sedangkan aku lanjut dengan Poso paman sampai Malang, karena kalau tidak salah Paman mengantar barang ke Blitar waktu itu (eh lupa sih kemana). Intinya Arigatouu Gozaimastaa atas tumpangannya Paman~ Berkat paman, aku jadi ngerasain pertama kalinya naik Poso hii :) Dan untuk Risma, senang berkenalan denganmu, semangat terus kuliah dan kejar mimpi-mimpinya :)

***

     Ada banyak video hape kesimpen percuma, jadi supaya punya alasan untuk menghapus video-video itu (karena ngefullin memory wkwkw), aku belajar edit video.

Rasanya seperti berada dalam rumah berjalan *-*

Music by : One Ok Rock ft Avril Lavigne - "Listen"

     Video amatir ini diambil saat pulang kampung terakhir kali kemarin di bulan Juni 2018. Dan ini adalah kumpulan berbagai pelabuhan, "Pelabuhan Perak (Surabaya, Jatim) - Pelabuhan Lembar (Lombok Barat) - Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur) - Pelabuhan Poto Tano (Sumbawa Barat).

     Dari postingan ini, aku tidak menjanjikanmu akan merasa nyaman menaiki kapal bagi yang tidak terbiasa, aku tidak bisa membuatmu menjadi suka dengan perjalanan kapal, dan aku juga tidak bisa menjamin ketakutanmu menaiki kapal akan berubah. Karena setiap orang pastinya berbeda-beda dan memiliki konsep sendiri-sendiri, hihi




°°Chicken Hen°°

[Cerpen] "Suara tengah Air"


“Suara tengah Air”

Ilustrasi : Heny Listiya

***
Cerpen "Suara Tengah Air" adalah tugas dari komunitas menulis bernama "Rumpun Nektar" yang ditulis pada tahun 2018. Berikut cerita selengkapnya. 

"Suara Tengah Air"
Oleh : Heny Listiya Febrianti



“Anak jawa pulang ke Jawa

Sampai di Jawa berjual ragi

Tuan ketawa saya ketawa

Sama-sama tak ada gigi” 

Sorak sorai anak-anak kampung Melayu terdengar dari bilik bambu bangunan tengah air yang aku dan Abah putuskan berdiri tiga tahun silam. Badrus dengan pantun lawakan konyolnya membuat kawan-kawannya terpingkal-pingkal. Entah apa pula yang mereka cakap kan, yang jelas perahu tempat tongkrongan mereka menjadi terbalik.

Meet Me




Seorang perempuan yang menyukai hal-hal kecil dalam kehidupannya. Ia tidak punya cita-cita besar. Yang ia inginkan hanyalah membuat hidupnya menjadi bermakna. 

Ia menjadikan hobi jalan-jalan bersama motornya sebagai pekerjaannya. 

Pagi dan matahari adalah rasa ketidak percayaan dirinya. Malam menjadi sandarannya. Gelap memberikan kebebasan dan rasa tenang.

Pikirannya selalu berputar, sedang tubuhnya diam di tempat.

Ia selalu kalah melawan hari dan dirinya sendiri.  Tak pandai bergaul dan masih menunggu cinta sejatinya.

Bersendirian adalah caranya untuk menemukan kembali sisi dirinya yang hilang. Tidak keberatan jika harus bepergian sendirian ; memotret bunga-bunga di jalan, makan di tempat tanpa membawa seorang pun, mengunjungi perpustakaan atau sekadar berkendara tanpa tujuan. Ia sangat menikmatinya :)

Legenda Kelinci Bulan



Moshi~Moshi

     Siapa yang kemarin udah liat Super Blue Blood Moon? Atau ada yang ga bisa liat, karena langitnya 'au ah gelap'? Ck, buat yang ga bisa liat, kita senasib T.T

Meet Up with Carrot Lovers




     Pagi tadi, aku bertemu Rabbit Rabbit lucuu
     Aku bertemu mereka di Taman Kelinci yang ada di jalan Paralayang Batu, desa Pandensari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Butuh waktu sekitar 1 jam-an (kalau macet) dari kosan untuk sampai kesana.

      Rupa taman kelinci ini mengandalkan konsep farmer. Karena daerah Batu merupakan wilayah yang kaya akan pertaniannya, maka taman dengan konsep farmer juga diterapkan pada taman kelinci. Hasilnya, disana dipenuhi dengan bukit-bukit hijau, dan bunga-bunga yang berseri-seri *-*

 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design