"Aku suka akhir tahun, karena hujan akan dengan senang hati berdatangan"
Kata si melankolis.
Hal ini tentu berbeda dengan si pembenci hujan. Bagi yang tidak suka, aku sarankan untuk waspada dan berhati-hatilah. Karena kamu akan sering mengeluh dibuatnya. "Rambutku lepek, padahal kemarin baru sampoan" "oh tidak kenapa hari ini hujan, apa ini pertanda sial? "Shit, aku lupa membawa payung"
Lalu, apa yang membuat keduanya berbeda? (Read : Penyuka hujan dan tidak.)
Kalau tidak salah, salah satu jawabannya adalah "berbeda pengalaman".
Mungkin bagi kamu yang suka hujan, meskipun sesial apapun kamu karenanya, kamu tetap memilih suka, karena mau bagaimanapun, bagimu lebih baik hujan ketimbang panas. Kamu merasa terselamatkan olehnya, tidurmu jadi nyenyak, me time bersama oppamu di balik layar kaca serasa sempurna, dan entah apa alasannya mie instanmu jadi sangat berharga dari hari biasanya. Kamu juga punya pengalaman bareng dia akibat hujan alias bisa jadi kamu adalah seorang yang melankolis.
Tapi jangan terlalu larut didalamnya, nanti kamu jadi berlebihan. Jangan terlalu jatuh dengan tulisan-tulisan yang ada di novel atau drama oppa kesukaanmu xD. Karena di luaran sana, ada banyak yg berubah menjadi "si nyinyir" karenanya. That's a fact.
Bagi yg tidak suka, mereka lebih sering melihat sisi kesialan yg datang dari hujan. Seperti keluhan-keluhan tadi. Apalagi kalau kamu mendapati sepatumu basah habis. Belakang celana polosmu seketika berubah jadi polkadot seperti jamur karena serangan titik-titik lumpur kecil yang tidak kamu sadari saat berjalan. Padahal kamu belum sampai kampus atau tujuan lainmu. Ditambah, kekuatan payungmu kalah dengan derasnya air dari atas langit itu. Duh rasanya ga rela ya harus beli payung lagi. Tapi itulah hidup. Hempas datang lagi, hempas datang lagiii wkwkw*jijiiqq* *paansih*
Bagi yg tidak suka, mereka lebih sering melihat sisi kesialan yg datang dari hujan. Seperti keluhan-keluhan tadi. Apalagi kalau kamu mendapati sepatumu basah habis. Belakang celana polosmu seketika berubah jadi polkadot seperti jamur karena serangan titik-titik lumpur kecil yang tidak kamu sadari saat berjalan. Padahal kamu belum sampai kampus atau tujuan lainmu. Ditambah, kekuatan payungmu kalah dengan derasnya air dari atas langit itu. Duh rasanya ga rela ya harus beli payung lagi. Tapi itulah hidup. Hempas datang lagi, hempas datang lagiii wkwkw
Alhasil, mau sebanyak apapun kamu tertolong karenanya, kamu tetap memilih tidak suka. Karena kamu lebih melihat kesialanmu hari itu juga, atau ternyata baru kemarin-kemarin terjadi? I mean, sederhana saja, orang akan mudah mengingat apa yang baru saja dialami ketimbang hal-hal lampau. Biasanya, lebih banyak kejadian ga mengenakan sih ketimbang terselamatkan dari si hujan ini. Jadi, kamu lebih mengingat pakaianmu yang baru saja kamu setrika harus basah kuyup ketimbang mengingat-ingat kebaikan hujan.
Kamu tidak pernah berpikir "kalau saja tidak hujan, bagaimana jadinya ini dan itu ya", kehidupan petani misalnya. Tapi pikiran semacam ini kejauhan-sih T^T Di kepalamu, hanya terbesit "Hujan = Bad Day, Bete, penyakit, sepatu basah, rambut lepek, make up luntur dan hal awkwrd lainnya. Tegur aku kalau salah. Kamu boleh tidak sependapat.
Hahaha hujan oh hujan. Ada begitu ragam cerita dibalik kesederhanaanmu. Kamu memang menarik. Tidak hanya menarik perhatian, tapi juga menarik mulut orang untuk mengata-ngataimu seolah-olah kau hidup. Kesian hujan :( *alaadikkembarnyakakrose*
Nah kamu tipe yang mana? Selamat menikmati hujan akhir tahun :D
*tittle pict from google*
Kamu tidak pernah berpikir "kalau saja tidak hujan, bagaimana jadinya ini dan itu ya", kehidupan petani misalnya. Tapi pikiran semacam ini kejauhan-sih T^T Di kepalamu, hanya terbesit "Hujan = Bad Day, Bete, penyakit, sepatu basah, rambut lepek, make up luntur dan hal awkwrd lainnya. Tegur aku kalau salah. Kamu boleh tidak sependapat.
Hahaha hujan oh hujan. Ada begitu ragam cerita dibalik kesederhanaanmu. Kamu memang menarik. Tidak hanya menarik perhatian, tapi juga menarik mulut orang untuk mengata-ngataimu seolah-olah kau hidup. Kesian hujan :( *alaadikkembarnyakakrose*
Nah kamu tipe yang mana? Selamat menikmati hujan akhir tahun :D
*tittle pict from google*
♫꒰❛‿❛ΰΉ꒱☆


Uw entah mengapa menginspirasi ku XD
ReplyDeletesweet talks!! rain lovers here~ ^^
ReplyDeleteKereen tulisannya XD
ReplyDeletebut i loves rain . it makes me calm and release my tension π hi dear, balas kunjungan ke sini .
ReplyDeleteudah baca puisi saya berjudul "hujan" ? sila baca kalau belum hehe =)
ReplyDeleteEntah kenapa tulisan Kakak itu bagus banget, aku pengen buat tulisan sebagus itu tapi gak bisaa ckckck.
ReplyDeleteKak Hen dabest XD
"Rambutku lepek, padahal kemarin baru sampoan"=lepek? no,no,pakai p*nten*. hehehe :D.
ReplyDeleteAku suka cara pembawaan Kak Hen, santai dan asik gitu ><
I am pluviophile. Kecuali pas period kehujanan. Selebihnya memilih menikmati hujaaaan πππ
ReplyDeletewah ada kak ewaa,. iya kak hujan emang gimana gitu, kadang neyebelin kadang nyenengin xD
DeleteKeren *-* Ai baru baca dan ternyata citcitcuit Heonni keren gaya bahasanya *-*
ReplyDeleteDan Ai ngakak di bagian "hempas datang lagi..." γ γ γ γ
hempas datang lagi tersirat karena inget ada parodi banci ngomong gitu depan kipas 55555
Delete