alonely



Ada begitu banyak orang di dunia
ada yang singgah sebentar tanpa diundang, ada yang menjadikan kita penghiburan semata, ada pula yang tidak hanya sekedar mampir, namun di setiap pertemuan, ia selalu memberikan pelajaran, ada yang singgah karena sesuatu, lalu ada yang memilih pergi karena bosan / muak (?)
Tidak apa, kita sendiri pun pernah demikian. Menyenangkan orang lain tidaklah mudah. Aku pernah mendengar, tinggal meluaskan kembali hati agar segala keburukan orang lain maupun diri sendiri selalu muat di dada. Benar kata penulis, hidup adalah sebab - akibat. Lara bisa menjadi alasan bagi Sati. Yama bisa menjadi pengaruh untuk Ken. Satria adalah satu-satunya kutub yang bisa menyatu untuk kutub si Putri. Tapi Satya tetaplah Satya. 


Ada begitu banyak orang di dunia, tapi mengapa engkau sendirian? Terkadang kesepian itu dibutuhkan. Agar tau rasanya memikul berat secara mandiri. Agar tau caranya menjadikan kesendirian itu hal yang menyenangkan. Jadi berkembang. Mungkin juga agar tau caranya sok tegar (?) Agar buku-buku yang sudah berdebu masuk juga ke otak, lembaran kertas putih bersih akhirnya ternodai. Bisa juga sih kalau diluar kemampuan, sendiri bisa buat kacau. Kacau perasaan, kacau pikiran, kacau semuanya. Oh help!


"Ah, aku takut dengan orang-orang. Mereka membuatku kecewa, begitu pula dengan aku kepada mereka. Sudah berapa banyak orang yang sudah aku kecewakan? Aku takut berteman"
ya, disisi lain, rasa takut akan orang juga ada. Takut terlalu nyaman lalu saling membuat harapan-satu sama lain. Ketika harapan itu tidak diindahkan, kebersamaan itu menjadi tidak berarti lagi. Saat itu pula sendiri menjadi jauh lebih baik. Namun dikala sepi, kamu menjadi teringat akan hal-hal hangat dari kebersamaan kalian.

Sendiri terus, kapan berbaginya?
Kau tidak perlu tau kapan aku melakukannya, biarkan aku dan Tuhan yang saling berbisik sambil cengengesan. Sendiri bukan berarti tidak berbagi ya! Sendiri bukan pilihan, sendiri itu seperti merecharge diri kembali agar siap berhadapan kembali dengan orang yang sama atau orang selanjutnya. Tapi, untuk orang sepertiku kadang sulit dimengerti



Keramaian itu menyenangkan kok. Betul, kebersamaan itu indah. Akupun menyukainya. Kalau datang waktunya, apapun bisa terjadi. Segala bentuk kebersamaan itu nyata adanya. Jika, bukan waktunya, keramaian bisa menjadi semacam momok menakutkan. Karena keseringan tidak mempunyai topik obrolan, kadang harus mengendap-endap dulu memastikan ada orang atau tidak, baru berani melangkah. Kadang jika bertemu secara tidak sengaja, tidak tau caranya menyapa dengan benar. Jantung pun meletup-letup. Kadang di jalan, jika melihat orang yang dikenal namun tidak siap say hi, langsung mengeluarkan jurus seribu kaki untuk menghindar atau bersembunyi. Jahat ya! Duh


Akupun penasaran, kemana kesendirian ini akan bermuara? Permuaraan mana yang akan menerima orang sepertiku dengan senang hati? Sanggupkah aku dengan permuaraanku nanti? Aku harus menyiapkan benteng sekuat mungkin dari sekarang!

Oh ya kalau tidak sanggup sendiri, sebaiknya jangan. Tapi jika kamu bisa, kamu harus kuat!

Ada begitu banyak orang di dunia. Kamu memilih yang mana? Hati-hati ya! Selamat datang ke dunia.
°°°°

1 komentar:


 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design