"Gadis Pantai" Karya Pramoedya Ananta Toer




"Gadis Pantai"
Karakter : Gadis Pantai, Bendoro, Si mBok, Emak, Bapak,
 Mardinah, Kakek Kampung, Dul Si Pendongeng
Genre : Novel, Roman, Kolonial, Historic

Pada setiap bukunya, Pak Pram banyak bertutur bagaimana menjadi bagian dari masa yang lain (bukan era sekarang). Masa-masa pergolakan. Bangsa, kelas, pribumi, pembesar, feodalisme, priayi, kompeni, bahkan mahalnya kehormatan dan nasi ada di dalam setiap bukunya. Gadis Pantai bukanlah seperti yang kamu bayangkan. Pada roman ini, yang terasa kental adalah feodalisme jawa pada sistem stratifikasi kaum "Priyai" dan kemerosotan kaum feminis di zaman Hindia-Belanda. Dua kelas yang dibedakan.

Skytrash



High High
High High Up In The Sky
High High
Fly Fly Touch The Sky
Ha Ha Ha Ha Ha
Say La La La La La
Ha Ha Ha Ha Ha
A-A-A-Ite

Meet the Museum & the Library



Kimi wa kore kara nani wo miteiku'ndarou 
Watashi wa koko de nani wo miteiku no darou 
Shizumu yuuyake  ORENJI ni somaru machi ni 
Sotto namida wo azukete miru ~~

♪♪♪♪♪♪♪

Pagi yang ceria mengantarkan langkahku kesana. Begitu hangat. Ini cara terbaik untuk menghabiskan waktu sendirian. Cukup berjalan melihat-lihat dan duduk manis setelah cukup waktu yang dihabiskan dalam mencari bacaan terbaik.

a Letter to Momo




"Momo E No Tegami" (2011)
Karya : Hiroyuki Okiura
Karakter : Momo, Ibu, 
para Youkai (Iwa, Kawa & Mame)
Genre : Family

Momo yang baru saja kehilangan Ayah nya harus menyesal atas sikap terakhir kalinya saat bertemu sang ayah. Ia pun mendapati surat tak berisi di meja ayahnya. Ibunya kemudian memutuskan untuk pindah tempat tinggal ke tempat neneknya. Saat mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya, Momo merasakan sesuatu yang ganjal. Keganjalan tersebut ialah kemampuannya melihat Youkai (makhluk astral dalam cerita rakyat Jepang). Bukannya menakutkan, makhluk youkai ini justru konyol dan menjadi sahabat Momo.

a day with my self at car free day



Euphoria
Take my hands now

You are the cause of my euphoria

Yeah yeah yeah yeah yeah yeah (ooh ooh)

Yeah yeah yeah yeah yeah yeah

°˖✧◝(⁰▿⁰)◜✧˖°

Mencoba menggambar cover yang tak pernah jadi punya isi



ah need therapy lalalalala therapy ~~ 
 ~~  
*vixx - on and on*

Finally we meet 'the new'.
 the script  said  "turn the pain into power".
 Dan pilihan ini menjadi salah satu caranya. 
The way of journaling activity with handwriting 
can be paint therapy

Tomodachiku "Brownie, Kuma n Chiki"




Aku punya teman.. Teman seper"mainan"~ kemana ada dia selalu, ada aku ~~ 🎢

Children Who Chase Lost Voices



"Hoshi o Ou Kodomo" (2011)
Karya : Makoto Shinkai
Genre : Kids, Teen, Fantasy, Anime Movie
Karakter : Asuna, Shin Canaan Preases, Mr. Morisaki & Mimi.

Gadis remaja yang berkesempatan mengalami kejadian-kejadian aneh, bertemu pemuda kharismatik sekaligus makhluk mengerikan, berpetualang ke negeri lain (fantasy sebuah kematian dan kehidupan), memiliki sahabat seekor kucing yang lebih mirip perawakan tupai mungil, mandiri, memiliki radio kayu yang dapat menangkap melodi misteri, dan memiliki jejak rekam study yang baik di sekolah. Sebuah karakter dambaan! Siapa yang ga mimpi masa remajanya kayak Asuna?

Cerita tentang si Kampret



Kampret bukan nama sebenarnya. Nama itu sudah melekat secara alami sejak masa pubernya. Orang-orang nyaman memanggilnya demikian. Pun, ia sendiri juga kegirangan. 

Di setiap sosial medianya, akan kamu temukan kalimat "kampret" di belakang namanya. Kalau ngomong bisa sesukanya, pakai kata-kata sarkas yang berubah jadi lucu. Tapi kalau sama cewe, dia alus. Mungkin dia dan gengnya terlihat berandal, hatinya tetap hello kitty.

Kampret bukan hanya namanya, tingkahnya juga mendukung julukan ikoniknya tsb. Ia bisa melompat melangkahi kepala teman-temannya sembari cengengesan saat berada diluar jam ngampus. Dikelas juga ia biasa berjalan diatas meja seenak jidatnya. "Soalnya lu ga ngapa-ngapain aja udah lucu" "Emak lu ngidam apa sih" "Gw penasaran sama jodoh lu nanti Pret".

 Itulah kalimat yang sering dilemparkan kepada si Kampret. 

Pergantian Tahun


Dan tahun pun berganti...


Pagi yang larut ini di 00.00, belakang angka '201' kembali berubah. Orang-orang sudah siap dengan jagung mentah, ikan, api, dan tumpukan kayu lengkap dengan arangnya di depan halaman. Mereka duduk manis menatap langit sembari bersantap. Kehangatan sebuah keluarga. Ada juga yang memilih kumpul-kumpul pergi entah kemana. Yang pasti mereka bersenang-senang. 

Di 00.00-1/1, mereka semua menghadap langit, mata mereka kelap-kelip, menyala sesuai warna ledakan cantik diatas udara. 

Orang-orang pada senang. Mengambil polpen dan buku. Menulis resolusi. Menyambut challengenya. Bersiap mendewasa, meroket dan jatuh.

***

 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design