Moshi~Moshi
Siapa yang
kemarin udah liat Super Blue Blood Moon? Atau ada yang ga bisa liat, karena
langitnya 'au ah gelap'? Ck, buat yang ga bisa liat, kita senasib T.T
Meskipun bukan tentang Blue Blood Moon, postingan ini emang ngikutin apa yang sedang heboh baru baru ini. (Baca : Fenomena alam langka 31 Januari '18 "Super Blue Blood Moon"). Karena kecewa ga bisa liat Blue Blood Moon, aku pun nyari-nyari info tentang Blue Blood Moon ke berbagai sumber sampai ketemu sama tulisan tentang Legenda Kelinci Bulan di salah satu akun sosial media khusus info astronomi. Aku jadi dapet ide buat nulis deh. Itung-itung jadi obat karena gabisa ngeliat Blue Blood Moon :D *nyengirkuda*
***
Sebelum
mengetahui gimana Legenda Kelinci Bulan, coba
perhatikan gambar berikut :
Sumber
: berita.bhagavant.com
Sumber :
vjiic.com
*Gambar yang bener sebelah kiri yaa,
yang kanan hanya ilustrasi*
Menurut reader's,
apakah ada bentuk yang menyerupai kelinci di Bulan? atau cuma kebetulan? Ataunya
lagi gambar diatas cuma hoax?
Kalau dari penjelasan dalam salah satu artikel terdapat penjelasan secara ilmiah. Dalam artikel beritabhagavant.com dijelaskan, bahwa menurut sains, mare (jamak: maria) yang menyerupai gambar kelinci tersebut dibentuk oleh pembekuan banjir magma dari proses erupsi vulkanis (gunung berapi) purba di Bulan beberapa miliar tahun yang lalu.
Humm.. gimana? Entahlah yaa hehe
***
Legenda Kelinci Bulan
Legenda ini sebenarnya udah ga
asing lagi nih guys. Dalam serial Doraemon, waktu kita masih kecil dulu udah
ada lo episode tentang kelinci yang menumbuk kue mochi di Bulan.
*okeganyambung--"*
Well, setelah membaca
informasi-informasi, ternyata ada banyak negara yang memiliki Legenda Kelinci
Bulan. Legenda ini punya versi yang berbeda-beda di tiap negara. Negara yang
paling santer memiliki cerita legenda ini adalah tiga negara raksasanya asia
timur yaitu Jepang, Cina dan Korea.
1. Legenda Kelinci Bulan di Jepang
Siapa yang suka kue Mochi angkat kakiik >w< Kau orang
yang gemar kue Mochi musti tau legenda yang satu ini ^^
Jadi,
orang-orang Jepang menyebut legenda ini dengan nama 'Tsuki no Usagi' yang
artinya Kelinci Bulan. Cerita legendanya sendiri mengisahkan tentang seekor
kelinci bersama dua temannya yaitu rubah dan monyet yang tinggal di dalam
hutan. Dari langit, ada seorang Dewa penjaga bulan yang mengamati mereka. Dewa
ingin tahu siapa diantara kelinci, rubah dan monyet yang paling baik hati. Pada
suatu hari, Dewa Penjaga Bulan pun mendatangi kelinci, rubah dan monyet dengan
menyamar sebagai pengemis. Dewa yang menyamar sebagai pengemis itu meminta
tolong kepada kelinci dkk agar diberi makan karena sangat kelaparan dan belum
makan selama berhari-hari. Melihat pengemis tersebut, kelinci dkk merasa iba
dan sepakat sama-sama mencarikan makanan untuk sang pengemis.
Saat kembali dari kegiatan mencari makanan, monyet membawakan
banyak buah dan rubah membawa seekor ikan besar. Sementara kelinci tidak dapat
menemukan apapun karena posturnya yang pendek untuk sebuah ranting yang tinggi,
dan kelinci pun tidak cakap dalam menangkap ikan di sungai.
Kelinci pun meminta tolong kepada rubah dan monyet untuk
mengumpulkan kayu bakar dan menyalakan api. Ketika api sudah menyala terang,
kelinci berkata kepada si pengemis, "aku tidak bisa memberimu apa-apa.
Tapi aku tidak akan membiarkanmu kelaparan. Aku akan masuk ke dalam api itu,
setelah matang, kamu bisa makan dagingku agar kamu tidak kelaparan lagi."
Seketika itu juga, kelinci melompat ke dalam api.
Namun dalam sekejap sang Dewa menyelamatkan kelinci dan
menampakkan wujud aslinya. Sang Dewa berkata kalau kelinci tidak perlu membakar
dirinya sendiri. Dewa pun mengaku kalau dia sebenarnya adalah Dewa Penjaga
Bulan. Karena terharu dengan niat baik kelinci, maka Dewa pun mengajak kelinci
untuk tinggal di Bulan.
*Mochiii~ >.< <3 <3 <3*
Sejak saat itulah kelinci tinggal bersama Dewa. Kelinci melayani
sang Dewa dan mengawasi Bumi dari Bulan. Bila rubah dan monyet merindukan
sahabatnya, mereka memandang Bulan di langit untuk melihatnya. Dan bila purnama
tiba akan terlihat si kelinci yang sedang membuatkan mochi untuk sang Dewa.
Gimana readers? terharu ga sama kisahnya? *elapingus*
Pada tahu anime Sailor Moon? aku kutip dari sumber
scdc.binus.ac.id, ternyata anime legendaris ini juga mengambil sedikit
inspirasi dari Legenda Kelinci Bulan. Karakter utama Sailor Moon yang bernama
Usagi Tsukino, memiliki penulisan nama kanji yang dapat diartikan sebagai bulan
(ζ, tsuki) dan bidang (ι, no). Nama depannya, Usagi, adalah bahasa Jepang dari kelinci. Bahkan
desain karakternya seperti menyerupai kelinci, dengan rambut kuncir dua yang
panjang.
2 Legenda Kelinci
Bulan di Cina
Di Cina, kelinci bulan
biasanya disebut 'Yue Tu' yang berarti "kelinci bulan". Selain itu,
kelinci bulan juga disebut 'yu tu' atau "Jade Kelinci", dan
kadang-kadang disebut sebagai Kakek Kelinci, Kelinci Gentleman, Tuhan Kelinci,
dan Kelinci Emas. Konon katanya, si kelinci tinggal di bulan bersama katak.
Mereka dapat dilihat setiap tahun pada saat bulan berpenampilan penuh , ketika
Mid-Autumn Day atau tanggal 15 bulan ke delapan pena.
Kalau sebelumnya kisah di Jepang versinya Dewa, di Cina versi Dewinya nih
guys..
Dalam mitologi Cina, Kelinci Bulan mencampur ramuan keabadian. Diceritakan
bahwa Kelinci Bulan adalah pendamping dari Chang'e, seorang Dewi yang juga
tinggal di Bulan. Chang'e sendiri dalam beberapa cerita, disebut sebagai
manusia fana yang berteman dengan beberapa Dewa terbuang. Kemudian ia
mengkonsumsi terlalu banyak ramuan keabadian dan melayang ke Bulan. Cerita lain
mengatakan ia mengkonsumsi ramuan keabadian untuk mengapung ke Bulan agar dapat
melarikan diri dari suaminya.
Waah
kisah yang ini sedih yaa~
3. Legenda Kelinci Bulan di Korea
Tidak jauh berbeda dengan di Jepang, Legenda Kelinci Bulan di Korea juga
diyakini sebagai kelinci yang sedang menumbuk beras untuk membuat kue beras.
Legenda ini dijadikan sebagai hari perayaan tradisi yang bernama
"Chuseok". Dalam bahasa korea, Chuseok berarti hari bulan purnama.
Chuseok sendiri adalah festival bulan purnama pada musim gugur yang
dirayakan menurut penanggalan Imlek. Tujuan dari Chuseok adalah sebagai rasa
syukur atas hasil panen yang subur sehingga harus berterimakasih kepada nenek
moyang. Chuseok juga merupakan moment kumpul keluarga dan musim berbagi kepada sesama yang kurang
beruntung. Hasil panen baik dari selama musim semi dan musim panas
dibagikan dengan sanak saudara, teman dan tetangga.
Memanjat do'a pada bulan purnama di hari Chuseok juga sebagai upaya mengingat anggota keluarga yang sudah meninggal, memupuk keharmonisan di antara anggota keluarga, berterimakasih pada tetangga, dan sebagai bentuk dari pencerminan diri (mengevaluasi diri)
Memanjat do'a pada bulan purnama di hari Chuseok juga sebagai upaya mengingat anggota keluarga yang sudah meninggal, memupuk keharmonisan di antara anggota keluarga, berterimakasih pada tetangga, dan sebagai bentuk dari pencerminan diri (mengevaluasi diri)
![]() |
| tradisi Chuseok |
***
Itu dia kisah Legenda Kelinci Bulan dan sedikit tentang sejarah lain dibalik sang legenda. Walau bersifat mitos, cukup menarik bukan? hehehe
Sumber
Referensi :
berita.bhagavant.com
scdc.binus.ac.id
world.kbs.co.kr/indonesian
www.sejarahdk.com











amboi..cikyan tak pernah tahu psl ini...sekadar tahu boleh la kot kan...nak percaya tu...hahahaha
ReplyDeleteCikyaaann :') terimakasih dah singgah di postingan ini ^^
DeleteIya tuu tak tahulah betul atau tak buat di percaya, tapi sekedar nambah nambah pengetahuan boleh laah haha π
Serius baru tau pasal kelinci bulan ni. Thankyou sebab sudi mengoogle dan share di sini. Even tho it just a myth. Tapi, takpe la. As a knowledge apa salahnya ambik tahu kan :)
ReplyDeleteIkaaa :')
DeleteIya sama sama yaa.. Terimakasih balik dah sudi mampir ^^
Hu'um betul tu, meskipun mitos, tapi mitosnya menarik juga hehe :)
Aku taunya Yang jepang XD Makasih kak Infonya, Tapi katanya enak banget kak mochi dari bulan itu #KorbanKomik
ReplyDeleteKakak juga awalnya taunya cuma Jepang, itupun dari nonton Doraemon waktu kecil dulu, lupa episode apa.. he'eh aku sampai percaya ada kelinci yg buat kue mochi di Bulan, enak bgt kyknya >•< #KorbanDoraemon
Delete