My Weaknesses

Dewasa ini, atau bahkan mungkin sedari zaman sekolah dan kuliah, aku adalah orang yang tidak mode / kurang stylish / tidak fashionable. 

Hal yang sebelumnya bukan masalah untuk diriku, kini menjadi masalah utama. 

Aku bisa berpikir kalau orang-orang yang berkata negatif atas penampilan ku itu bukan orang yang tepat untukku. Bisa jadi mereka adalah orang yang hanya bisa melihat kekurangan orang lain, dan tidak bisa melihat sisi baik orang lain. 

Namun, ketika berkaca penuh seluruh badan, aku melihat keseluruhan pakaianku dapat menjelaskan kalau komentar negatif mereka ada benarnya. Aku melihat diriku yang kurang banget. Seketika aku mengerti sekaligus hancur. 

Berkaca seluruh badan dapat menjelaskan semua kekurangan-kekurangan ku. Seolah-olah ada banyak kalimat-kalimat negatif yang keluar dari cermin tersebut.

Setelah melihat kekurangan-kekurangan ku dari cermin, aku merasa ada yang patah dari diriku, sebagian hatiku hancur berkeping-keping. Karena bercermin ga hanya memberi penjelasan soal kekurangan pakaian ku, tetapi bercabang menjadi : kekurangan di pekerjaan, karakter, income, kedewasaan emosional, skill dan pengalaman, relasi sosial, perawatan, diri, engga rajin dan disiplin di rumah juga di luar, masalah di hubungan dan masih banyak lagi. 

Aku ingin menulis perasaan melihat hubungan ku dengan pasangan ku

Aku sering banget mengabaikan perasaan sendiri demi perasaan ku terhadap dia. Banyak gagal di hubungan membuatku takut kehilangan. 

In relationship, aku lebih mengutamakan orang lain ketimbang perasaan diri sendiri. 

Aku belum cukup di hubungan keluarga, dan pertemanan menyebabkan aku tumbuh negatif dan takut kehilangan orang yg nyakitin dan ga menghargai aku. (Kalau ada yang bisa menjelaskan keadaan ini, aku sangat terbuka untuk di jelaskan di WA atau mana pun) 


0 komentar:

Post a Comment


 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design