7 days write anything challenge
Saat hidup sedang surut, ada hal-hal kecil yang membuat ku tergerak untuk bangun. Bukan bangun untuk hal yg besar sih. Sesederhana tergerak untuk beranjak dari tempat tidur, membereskan kamar, dapur, dan ruangan rumah lainnya.
Sesederhana orang yg berkata baik sama kita memberi energi positif. Membaca storygram atau blog teman teman yg sukses memberi energi positif. Hubungan baik sama satu dua orang. Teman online yg positif juga memberi energi positif.
Kebiasaan positif merapikan dapur dan melengkapi peralatannya juga ternyata memberi kebahagiaan tersendiri. Aku jadi suka memikirkan apa yg kurang dari rumah, dan memotivasi ku bekerja agar dapat melengkapi peralatan rumah.
Aku menghidupkan kembali dapur yg mati. Setelah tau apa yg masih kurang dan diperlukan keberadaan nya, aku senang merencanakan hal hal yg dapat membuat dapur ku hidup. Aku membeli alat perabotan yg masih belum ada di rumah, alat pembersih rumah, semprotan nyamuk dan hal hal yg tidak aku pikirkan sebelumnya.
Aku jadi memikirkan masak setiap hari. Ternyata lebih hemat dan membuat perut kenyang seharian. Mengingat aku adalah orang yg berantakan dan suka beli nasi diluar.
Tak hanya dapur, perabotan kamar dan ruang rumah lainnya juga memotivasi ku untuk melengkapi nya. Tujuannya agar rumah yg redup bisa menjadi tempat yg nyaman.
Membaca tulisan seorang teman yg positif juga membuatku tergerak untuk menulis. Aku suka menulis di blog ini. Aku jadi punya ide lagi untuk mengisi blog ini setelah membaca atau melihat contoh² postingan orang² yg positif. Aku suka mengolah kata, merapikan tulisan, dan mengeditnya hingga benar-benar nyaman dibaca.
Berkreativitas sama tangan sendiri juga jauh lebih happy. Contohnya masak sama tangan sendiri (ya iyalah, masa tangan kambing (δΊΊ•͈α΄•͈)). Walau rasanya pas pasan, aku jadi menghargai diri sendiri, buatanku sendiri dan menghargai uangku. Kalau masakan ku habis tambah happy :)
Skincare dan baju pun jadi motivasi ku. Karena kalau penampilan ku tidak aku perhatikan, artinya aku tdk memperhatikan diri. Aku tdk memenuhi kebutuhan diriku sendiri yg dimana adalah hal dasar yg dimiliki setiap orang. Merawat diri dan menjaga penampilan adalah bentuk menghargai diri sendiri. Sekarang banyak banget pembully diluar sana yg suka nyakitin hati ngatain penampilan kita, tapi anggep aja itu bentuk kritikan agar kita bisa lbh baik.
Musik saat beberes rumah juga menambah semangat. Di usia sekarang aku sudah ga lagi punya lagu lagu dari artis tertentu. Apapun lagu yg cocok di telingaku, aku putar.
Bertemu dan ngobrol sama orang-orang yg positif juga membuat ku happy. Ada energi positif yg bisa kita rasain dari perkataan baik mereka. Penting untuk menjaga lisan dan memilih kata kata yg baik. Ternyata apa yg kita keluarkan dr mulut kita bisa ngaruh banget ke mood seseorang.
Ngobrol sama diri sendiri.
Setelah aku kenal sedikit bagian dari diriku, ternyata aku adalah anak yg suka ngobrol. Hanya saja, ga pernah tersalurkan dengan baik. Dan keluarnya masih buruk kalau ngobrol sama orang lain. Beda dengan ngobrol sama diri sendiri, lebih bebas berekspresi, ga ada yg ditahan², dan lebih lancar. Merenung dan mengingat ingat banyak hal membuatku merefleksikan diri dan ngobrolinnya sama diri sendiri.
Kalau ngobrol sama orang lain itu ada batasannya, ngobrol sama diri sendiri itu ga ada batasannya. Bebas mau seberapa banyak dan kapanpun. Aku adalah orang yg sedari kecil suka ngobrol sama diri sendiri dan itu membuatku merasa lebih baik.
Hal hal tersebut membuat aku senang. Aku jadi memperhatikan diri, dan care terhadap diri sendiri. Karena kalau bukan diri kita sendiri, siapa lagi?
0 komentar:
Post a Comment