Menjadi Keong Racun di Masa Dewasa

 Jum'at, 6 maret 2026


7 days write anything challenge

Hidup ga selalu baik-baik aja. Kuliah di kampus ternama ga menjamin siapa diriku. Aku selalu buat kesalahan di masa dewasa. Salah satunya aku berhenti belajar.

Aku berhenti melakukan apapun. Aku berhenti punya motivasi apapun. Aku berhenti punya relasi dengan siapapun.  Aku berhenti kemana-mana. Aku berhenti bertumbuh. Dan itu fatal banget.

Berhenti berkembang membuatku tumbuh dengan punya banyak watak negatif. Kebiasaan lama ku yang suka menyendiri di kamar aku lakukan lagi setiap hari. Kedewasaan emosiku engga tumbuh dengan baik. Racun dalam diriku kian berkembang biak. Dan aku tumbuh menjadi pribadi yg negatif.

Aku ga baik sama siapapun juga sama diriku sendiri. 

Aku memakai istilah keong karena sangat lambat berjalan. Begitu juga dengan aku yg bergeraknya sangat lamban dan banyak tak bergerak. Racun aku gunakan untuk menggambarkan diri yg toxic. Karena ada istilah keong racun dari sebuah lagu, aku rasa istilah keong racun pas untuk seseorang yang bergerak lamban dan memiliki banyak sifat negatif di dalam dirinya. 

Aku sudah banyak kehilangan orang-orang dan juga kehilangan diri sendiri. 

Aku ga kunjung berubah. Sampai-sampai rasanya seperti ini sudah menjadi kebiasaan. Kebiasaan buruk lebih tepatnya. 

Banyak banget nikmat yg di ambil karena memelihara diri yg negatif seperti ini. Contohnya, nikmat mau berusaha. 

Dulu aku orang yg mau berusaha. Mau berhari-hari ngerjain sesuatu sampai selesai. Sekarang pikirannya aja udh putus asa duluan, belum sempet berusaha udh nyerah duluan. 

Contoh lainnya nikmat keberkahan hidup juga diambil

Ga ngapa ngapain membuatku mudah stress dan marah. Akhirnya untuk membuat diri merasa lebih baik, aku cenderung mencari kesenangan² yg sifatnya sesaat. Dan kesenangan itu bersifat negatif. Bukannya merasa lebih baik, justru yg datang penyesalan².

Akhirnya dari kesenangan sesaat itu berkembang biak menjadi nafsu negatif. Misalnya jadi boros. Lebih suka beli diluar ketimbang masak sendiri. Dan ya uang pun cepat habis. 

Lalu scrolling HP juga termasuk kesenangan sesaat yg membuat kita males gerak. 

Beda rasanya ketika aku bergerak, bekerja dan rajin membereskan rumah, mengurangi beli dan lebih banyak masak. Feel happynya beda. Happynya lebih berkah. 

Sebaliknya, kalau aku berhenti beraktivitas, semua kebiasaan buruk akan nempel. Jadi malas ngapa ngapain dan cenderung mencari kesenangan yg instan. 

Satu lagi, sikap negatif ku dan energi negatif ku menarik orang-orang negatif pula ke hidup ku. 

Dunia ku yg tadinya penuh dengan orang-orang yg positif, menjadi sebaliknya. Aku dekat dengan orang-orang yg negatif dan sembarangan. Hanya bisa mengambil sedikit sisi positif nya, lebih banyak negatifnya. 

Ada banyak deh kebiasaan buruk yg membuat hidup kita redup. 

Sekarang aku masih pasang surut dalam membangun diri. Do'ain ya supaya bisa jadi org yg lebih baik dan konsisten. 

Pesanku yg juga untuk diriku sendiri, "jangan berlama-lama disitu ya. Istirahat boleh, tapi jangan berhenti"

Berkumpullah dengan orang-orang yg positif dan bermanfaat. 

0 komentar:

Post a Comment


 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design