![]() |
| (Ini aku di Masigit Agung, wkwkwk) |
Tarawih pertama dateng telat. Parahnya lagi, udah rakaat terakhir. Ulang lagi, "terakhir" (dr 8 rakaat). Refleks aku ikutan sembahyang. Cuma dapat dua rakaat tarawih dan tiga rakaat witir. Dan itu kulakukan dlm sikon belum solat isya. Sembahyang macam apa ini? Pikirku. Padahal usai magriban tadi, aku bisa dibilang cepat utk menghadap ke tv yg telah lama tak ku tonton. Mencari sidang isbat. Sampai tak sabar aku menunggu orang didalamnya mengoceh. Aku pun kembali ke kamar, menghadap tv kedua, sebuah leptop pinjaman teman SMA. "Pak, udah belum?" "Belum" jwb Bapakku. Begitu seterusnya.
Sampai akhirnya adikku yang mulia datang, "ga pergi tarawih?" Katanya mantap, tanpa memikirkan dirinya sendiri, yg justru pertanyaan yg sama, seharusnya dia tanyakan jg ke dirinya sendiri. "Lah emngnya udah?" Balasku. "Udah tuh". "Jadi besok?" "Iya besok". Aku pun menutup chat pribadi dg teman blogger. Tancap gas ke Masigit. Eh, Masjid. Sudah lama rasanya aku tak sembahyang ke Masigit besar yg berhadapan dg kantor bupati itu. Kali terakhir aku tarawih di jalanan beraspal samping kos. Padahal masigitnya dekat, benar2 samping kos. tp aku selalu berakhir di jalanan beraspal yg diberi karpet terpal oleh warga sukarela. Begitulah aku diranah rantauan.
Lalu ditanah sendiri, ga ada Masigit yg dekat dg rumah. Harus pakai motor. Dan ya, kupilihlah Masigit paling jauh diujung sana. Bukan karna besar dan megahnya. Tp biar kerasa "keluar rumah", supaya bensinnya lbh bekerja, supaya Masigit besar itu punya alasan utk diramaikan. Maklum, penduduk yg sedikit, membuat Masigit yg punya nama Agung, spt bentuknya itu selalu kesepian. Iwan Fals yg datang sbg tamu saja waktu itu (pas aku SMP) bilang, kasian masigitnya, eh masjidnya besar2 tapi tak ada yg mendatangi. Jadilah aku, satu diantara penduduk yg mgkin akan dikira rumahnya dekatan dg Masigit agung itu. Alasan lainnya, karena sejak dulu, waktu msh anak sekolahan, Bapak selalu mengajak kesana.
"Lebih khusu" katanya. Maklum, dulu Musholla samping pom bensin dekat rumah banyak anak2 main petasan. Main teriak2 dan main solat2an. Dan memang, di Masigit agung itu imamnya punya suara merdu. Rakaatnya cuma 8, tambah lagi 3, lambaat, lambaat, lambaat yg begitu tenang. Kalau di masigit2 biasa, terasa sekali mengejar pahalanya. Gmn ngga, dg rakaat 20an dibanding 8 rakaat yg dr Masigit agung. Dan, mengejarnya semakin terasa ketika gerakan dan komat Kamit imamnya melesat dg kecepatan yg terasa semakin cepat. Rasanya spt mengejar 20rakaat, tambah bonus 3. Was wis wus, selesai. Ini bukan perbandingan rakaat mana yg lebih lebih. Tp budaya kita rasanya spt... Ah ngga ah, takut salah ngomong.
Balik lagi ke soal keterlambatanku. Aku benar2 mengira jam aku pergi tadi, saat adikku bertanya, itu baru saja hasil sidang isbatnya keluar. Tanpa mengecek jam, dg santai aku menuju Masigit. Padahal tadi di chat, sempat membercandai seorg teman yg bilang kl dia telah slsai solat tarawih. Aku pun membalasnya "masa sih". Responku itu sama dg "tarawih aja belum mulai, kok udh selesai aja". Dan benar saja, sesampai di parkiran Masigit agung, kutanya penjaganya, "ini solat isya apa gimana, mas? (Ih aku ga bilang mas, sulit manggil apa disini ga ada panggilannya utk org yg ga dikenal 😞), "udah tarawih, rakaat ke enam kyknya" balasnya tanpa memasang kerutan di keningnya.
Membuat siapa saja yg telat datang malam tadi, ga akan membuat mereka lari terburu2 naik tangga. Akhirnya, Deng! "Rakaat 6?, Disini kan cuma 8 rakaat, 😳". Cepat2 aku masbug. Usai salam kanan kiri, aku bertanya ke samping, "maaf, ini udh rakaat ke berapa?" (Ga pakai maaf, sumpah) "terakhir mba" (ga pakai mbaak asli 😭). Wajah yg mengatakan terakhir itu jg sama dg penjaga parkiran tadi. Ga ada kerutan di keningnya. Ga ada tanda2 ekspressi aneh "ada org yg datang udh rakaat terakhir". Rautnya datar berseri2. Antara senyum dan b aja. Tp kali ini aku lgsung ga nyangka. Org aneh itu, diriku. Blm solat isya, udh tarawih duluan. Tarawih 2rakaat dg bonus witir. Sembahyang macam apa ini? Lagi.
Lalu ketika hendak witir, aku bertanya kembali kesamping "ini witirnya lgsung 3 atau dua rakaat dulu?" "3 kyknya, eh apa dua ya, eh..." Dia terdiam. Aku pun bangun dg tebak2an "mgkin lgsung 3" tanpa sempat pakai strategi menghitung kancing baju terlebih dahulu (Bajuku ga ada buah kancingnya ini woey 😭). Aku pun sembahyang lagi. Dan dua orang di sampingku masih diam, sampai witirku sudah dalam kiri kanan. Sblm sampai ke salam, salah satu dr mereka bilang "tuh kan langsung 3 rakaat" katanya sebal, menyesal tdk ikut witir. Aku pun antara merasa menang dan harus terus fokus witir. Padahal kami lagi nggak lomba2an. (Lomba macam apa pulak ini? 😭) Hoho, strategi buah kancing bayanganku sukses.
Menang! Aku menang! Tunggu dulu. Mereka datang lbh awal, dapat isya, dapat Sunnah isya (kalau mereka mau), dpt tarawih full, cuma ngga witir. Itupun mereka sambung di rumah kl ga salah tadi katanya. Sementara aku, ya kalian taulah cuma dapat apa. Kalah! Aku kalah! Hahaha
(Woey ini bukan lomba atau taruhan woey 😭😂)
*
"Darimana kak?" Org sampingku yg menang itu bertanya. "Dari anu, XXX. "Kamu?" "Dari X" "ooh, kelas berapa?" "SMP, ini kakak sy SMA". Jawab si adik yg tinggi tubuhnya lbh cocok mnjd kakak. "Blablabla" "blablabla". "Blablabla"
"Boleh minta nomornya kak?" Pertanyaan itu, kalau saja aku punya stiker emoji print-nan mau kutunjukkan emoji ini "😳😳". Tapi cepat2 kututupi dg "wah besok2 kl gt kita janjian ya datang kesini". "Iya2" jwb adik "bener ya kak" tambah si kakak. Pas di jalan dg motor "besok2 kita janjian jalan2 ngabuburit ya" "boleh2" sahut kakak dg motornya jg tambah sang adik di belakang. "Duluan" kataku melaju ke depan.
*
Seumur2 tarawih, ga pernah sebegitu telatnya, ga pernah tuh dpt teman. Dua org lg, kakak adek lg. Namanya pun Elsa dan Putri. Untung saja bukan Elsa dan Anna. Bisa beku se-masigit, bisa-bisa (wkwkwk apaan sih). Dan ya, yg namanya Elsa pun, tepat kakaknya. Diminta nomornya duluan lg. Dan aku ngajak jalan2 lg. Sungguh tarawih pertama yg konyol.
#RamadhanChallengeDay-1

Kak Hen jago banget nulis jenis tulisan recount ya! Tulisannya bagus dan menarik >< semangat ngeblognya kak Hen! <3
ReplyDeleteKakak malah baru tau kalau itu namanya tulisan recount >< Makasih deek, semangat juga buat Ling-Ling. Ciaw!
Deletehttps://saglamproxy.com
ReplyDeletemetin2 proxy
proxy satın al
knight online proxy
mobil proxy satın al
18Wİ
https://saglamproxy.com
ReplyDeletemetin2 proxy
proxy satın al
knight online proxy
mobil proxy satın al
QWZEA