SUPERNOVA (Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh)



"Supernova (Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh)"
2014
Novel by Dee Lestari
Cast : Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Arifin Putra, Hamish Daud, Paula Verhoeven

***

"Ada secercah keindahan harmoni diantara dua sisi kehidupan. Antara keteraturan dan ketidak teraturan. Antara yang tertebak dan yang tidak tertebak. Order dan Chaos. Sesempurna apapun sebuah tantangan, dapat dipastikan Chaos selalu ada. Membayangi seperti siluman abadi, begitu mencapai titik kritisnya, ia pun lepas . Bahkan, dalam keadaan yang tampaknya equilibrium atau yang tampaknya seimbang, sesungguhnya Order dan Chaos hadir bersamaan." - Bintang Jatuh, 00:19.

"Seperti kue lapis, yang diantaranya terdapat olesan selai sebagai pelengkap, seperti Macaroni Schotel yang terpanggang rapi yang didalamnya terdapat pasta dan saus yang tidak menentu. Dan bagi manusia yang hanya melihat dunia hitam dan putih, maka ia harus siap-siap terguncang dalam sebuah turbulensi. Bersama kita, akan mengalami peristiwa yang penuh turbulensi." - Bintang Jatuh, 01 : 06.

Manusia-manusia mencapai titik ledakan dahsyat dan mengalami bifurkasi dan akhirnya menentukan pilihan dalam hidupnya. Semoga akan menjawab sebuah pertanyaaan yang akan selalu ditanyakan. Siapakah yang paling menentukan kebahagiaan untuk diri kita sendiri? - Bintang Jatuh, 01:37

"Ini badai serotonic pertamaku. Gila, ini rasanya luar biasa. Saya ga menegerti, kok ada orang-orang  yang malah tidur. Ini adalah moment yang ga ada duanya. a Milestone. Saya melihat kejerniham,  Clarity. Semua sekat dan kerangkai pikiran terbuka, tidak ingin kemenangan, semuanya hadir disini." - Reuben, 07:50

"Aku salut salut ama kamu. Kamu bisa-bisanya mengapresiasi sebegitu tinggi. Biasanya orang anggap ginian cuman rekreasi dangkal. - Dimas, 09:18

"Kamu kebanyakan duit sih. Begitu stock habis tinggal telepon Mami Papi beres. Orang yang ga punya duit dan orang yang kehabisan duit, akan ketemu di titik yang sama. Sama-sama Krisis Apresiasi." - Reuben, 09:37

"Dimas, saya membuat ikrar, tolong jadi saksinya ya. 10 tahun dari sekarang, saya harus membuat satu karya, satu tulisan, atau riset yang membantu menjembatani semua percabangan Sains. Roma. Roman berdimensi luas. Roman dengan Sains yang menembus batas fiksi dan non fiksi. Meditas Dimas, kita lagi Meditasi" - Reuben, 12:10

"So, kita udah sepakat, Masterpiece kita ini akan menjadi karya yang berdua. Bukan dalam bentuk jurnal ilmiah, tapi sebuah cerita. Dimas, 13:52

"Roman Sains. Tokoh, kaum pengusaha muda. Kenapa? Karena mereka potensial membangun negara sekaligus yang paling potensial untuk merusak. - Reuben, 14:36

"Kita kaitkan dengan seseorang appertain. Seorang tentara yang mengambil hidup manusia biasa. Pihak netral yang merekonsiliasi semuanya. Sebuah Roman Sains yang menggerakkan hati manusia, romantis sekaligus puitis. Dan kita akan membungkusnya dalam kisah cinta. Kisah cinta bukan yang biasa-biasa." - Dimas, 14:53

"Pada titik tertentiu, kisah cinta merupakan kisah masyarakat yang lebih luas dan kolektif. Bagaimana, kalau kisah cinta ini kita iringin dengan jangkauan sains yang sejauh ini sudah tercapai dan aplikasi pada kehidupan sosial masyarakat"  - Reuben, 15:22

"Lokasi. Jakarta. Biangnya dualisme. Denagn sedikit kelas. Bukan Jakarta. Tapi sudut Jakarta. - Reuben & Dimas, 15:39

"Kita bisa mulai dari udara. Itu istilah pribadi saya. Maksudnya kita bisa mulai dari mana-mana. Kadang pembicaraan yang tidak berskema malah lebih punya bobot daripada yang direncanakan". - Puteri, 20:30

"Kesatria jatuh cinta pada Puteri bungsu dari Kerajaan Bidadari. Sang Puteri naik ke langit, Kesatria kebingungan. Kesatria pintar naik kuda dan bermain pedang, tapi tidak tahu caranya terbang. Kesatria keluar dari kasta untuk belajar terbang pada kupu-kupu. Tapi kupu-kupu hanya bisa menerbangkannya di puncak pohon. Kesatria kemudian berguru pada burung Elang, burung Elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung. Tak ada unggas yang mampu terbang lebih tinggi lagi, Kesatria sedih tapi tak putus asa. Kesatria memohon pada angin. Angin mengajarinya berkeliling mengitari Bumi, lebih tinggi dari Gunung dan Awan. Namun sang Puteri masih jauh di awang-awang dan tak ada angin yang mampu menusuk langit. Kesatria sedih dan kali ini ia putus asa. Sampai satu malam, ada Bintang Jatuh yang berhenti mendengar tangis dukanya. Ia menawari Kesatria untuk mampu melesat secepat cahaya. Melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit dijadikan satu. Namun, kalau Kesatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya, ia akan mati. Hancur dalam kecepatan yang membahayakan, menjadi serbuk yang membedah di langit dan tamat. Kesatria setuju. Ia relakan seluruh kepercayaannya kepada Bintang Jatuh menjadi sebuah nyawa. Dan ia relakan satu nyawa itu bergantung pada satu detik yang mematikan. Bintang Jatuh menggenggam tangannya. Inilah perjalanan sebuah cinta sejati yang berbisik. Tutuplah matamu Kesatria, katakan untuk berhenti ketika hatimu merasakan keberadaanya. Melesatlah mereka berdua. Dingin yang terhingga serasa merobek hati Kesatria mungil, tapi hangat  jiwanya diterangi rasa cinta, dan ia merasakannya. Berhenti. Bintang Jatuh melongok ke bawah dan ia melihat sesosok Puteri cantik yang kesepian. Bersinar bagaikan gugus Orion di tengah kelamnya Galaxi. Ia pun jatuh hati. Dilepaskannya genggaman itu. Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya, Kesatria melesat menuju kehancuran. Sementara sang Bintang, mendarat turun untuk mendapatkan sang Puteri. Kesatria yang malang. Sebagai balasannya, di langit untuk dilukiskan Aurora, untuk mengenang kehalusan dan ketulusan hati sang Kesatria." - Kesatria, 23:46

"Dan saya pikir, saya punya kemampuan independen untuk menciptakan rasa nyaman." - Kesatria, 28:51

"Komitmen adalah alasan yang paling bagus untuk berkompensasi." - Kesatria, 29:23

"Dalam sistem sekompleks semesta, tidak ada perkara yang signifikan." - Reuben, 35:44

"Dua pihak netral yang berada di titik nol." - Dimas, 35:49

"Aku tahu. Dia adalah seorang Cyber Avatar. Dia adalah Turbulensi yang bisa diakses kapan saja, dimana saja. Dia akan mengamplifikasi sistem pemahaman orang-orang, tanpa hirarki, tanpa bayang-bayang institusi, tanpa dogma apapun. Dan internet adalah teknologi yang tak mengenal batasan. Sang Turbulensi. Sebuah ledakan. Supernova. Sang Cyber Avatar." - Reuben, 36:10

"Kaum awam. Manusia kebanyakan." - Bintang Jatuh, 38:48

"Ketika seseorang emncapai level kemerdekaan, berpikir sedemikian tinggi, dia tidak bakal rela pikirannya diperjual-belikan. Satu-satunya yang layak didagangkan cuma fisiknya. Jadi, dia seorang pelacur, tanpa mucikari." - Dimas, 38:55

"Tapi itu paradox. Kalau dia bisa mikir bagaimana mungkin dia mau merendahkan harkat dan martabat itu jadi pelacur?" - Reuben, 39:15

"Itulah Manusia Paradox, Reuben. Kamu ga bisa melihatnya dalam cara pandang orang-orang kebanyakan. Jangan memilah dengan ikatan dan moral, yang hitam-putih. Coba pikir lagi, Reuben.. Manusia semacam apa yang hidup dalam dua sisi cermin sekaligus menjalani relativitas setiap detik. Kamu bisa ga bayangkan? Bifurkasi seperti apa yang ia pernah alami. Ini sains gitu Reuben. Amplifikasi sedahsyat apa yang meledakkan sistemnya? Revearse Order Mechanism. Ketika kita balikkan cara pandang kita, ternyata pelacuran terjadi dimana-mana. Hampir semua orang melacurkan waktu, jati diri, pikiran, bahkan jiwanya. " - Dimas, 39:21

"Dan bagaimana jika itulah pelacuran yang paling hina?" - Reuben, 40:09

"Reuben, Bintang Jatuh kita, dia pasti ada tujuan mulia dibalik pekerjaannya. Membantu orang dari sisi tergelapnya." - Dimas, 40:15

"Bagiku adalah suatu keindahan melihat kamu asyik dengan duniamu sendiri. Kamu benar-benar tenggelam. Lupa akan lingkungan. Kening kamu berkerut-kerut. Sampai akhirnya tertawa meledak sendiri." - Kesatria, 42:52

"Kamu memang mencintai aku dengan tepat, Re." - Puteri, 43:18

"Puisi membutuhkan lebih dari sekedar jam terbang. Penulis puisi, tidak hanya mendengarkan ketokan inspirasi pada dunia yang merobohkan seluruh dunia. Inspirasi ga perlu lagi ngomong puisi." - Puteri, 44:55

"Bukan cuma dua orang, aku juga menika dengan kelurgana, dengan seluru lapisan sosialna." - Puteri, 01:01:41





***

0 komentar:

Post a Comment


 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design