Children Who Chase Lost Voices



"Hoshi o Ou Kodomo" (2011)
Karya : Makoto Shinkai
Genre : Kids, Teen, Fantasy, Anime Movie
Karakter : Asuna, Shin Canaan Preases, Mr. Morisaki & Mimi.

Gadis remaja yang berkesempatan mengalami kejadian-kejadian aneh, bertemu pemuda kharismatik sekaligus makhluk mengerikan, berpetualang ke negeri lain (fantasy sebuah kematian dan kehidupan), memiliki sahabat seekor kucing yang lebih mirip perawakan tupai mungil, mandiri, memiliki radio kayu yang dapat menangkap melodi misteri, dan memiliki jejak rekam study yang baik di sekolah. Sebuah karakter dambaan! Siapa yang ga mimpi masa remajanya kayak Asuna?

Asuna dan Mimi
Tapi ga semudah itu. Menjadi Asuna berarti harus bisa berhadapan dengan binatang buas “Quetzal Coatl”, lari mati-matian dari Izoku si makhluk mengerikan yang takut sinar matahari dan air. Menjadi kepercayaan clavis yang dibenci oleh penduduk Agartha. Mau berjuang mati-matian untuk mengembalikan sang sahabat yang baru sehari dua hari ia temui. Dan bersiap selalu sendirian karena ibu Asuna sibuk bekerja sepanjang waktu sbg perawat dari pagi hingga petang baru bisa pulang. Dari kesendirian itu, Asuna menjadi anak yang mandiri, dapat mengerjakan segala pekerjaan rumah di usianya yang masih kecil. *patut dicontoh

Cerita bermula saat Asuna diserang oleh binatang buas mirip Dinosaurus pada jembatan saat ia akan menuju bukit favoritnya bersama Mimi sikucing mungil sahabatnya untuk mendengarkan melodi misteri yang mampu ditangkap oleh radio kayu miliknya. Binatang itu disebut Quetzal Coatl. Seorang pemuda bernama Shun datang menolongnya untuk melawan sang binatang. Shun berhasil mengalahkan Quetzal Coatl sampai lengannya tersobek parah saat dihempaskan oleh QC ke besi jembatan. Awalnya, Shun terlihat baik hingga dapat bercengkrama dengan Asuna diatas bukit. Namun setelah Asuna pulang, ibunya mendapat telepon kalau Shun ditemukan meninggal dengan keadaan lengan yang tersobek lengkap dengan syal merah milik Asuna yang diikatkannya saat mengobati Shun.


Shun

Ternyata, Shun dan Quetzal Coatl datang dari negeri yang sama bernama “Agartha”.

Negeri Agartha

Agartha itu semacam “dunia lain” tempat bersemayamnya para dewa. Kayak dunia fantasy lah ya. Lebih lanjut, di film ini dijelaskan Dunia Agartha adalah pengetahuan yang belum diketahui. Agartha dianggap sebagai dewa yang telah hilang. Banyak yang menganggap bahwa Agartha adalah tempat untuk membangkitkan orang mati. Sebenarnya tidak. Hanya saja di Agartha, setiap permohonan dapat dikabulkan.

Setelah kejadian pertama yang mengejutkan itu, Asuna pergi mencari tahu ke rumah pak guru barunya di sekolah, Mr. Morisaki. Sensei Morisaki menuturkan :

Legenda Quetzal Coatl

Quetzal Coatl
“Quetzal Coatl, adalah penjaga gerbang yang menjaga pintu masuk ke Agartha. Mereka dulunya adalah dewa berusia 3000 tahun dari negeri Sumeria. Mereka membimbing jalan kemanusiaan sejak muda. Akhirnya kemanusiaan tumbuh dan keberadaan dewa tidak lagi diperlukan. Mereka menyadari peran mereka sekarang telah berakhir, menyembunyikan diri dibawah bumi sbg penjaga gerbang seiring dg jumlah klan yg berbeda. Sejumlah kecil manusia pergi dg Quetzal Coatl ke bawah tanah. Dg kata lain, dibawah bumi Agartha, Agartha ttp menjadi dewa yg menghilang, dan pengetahuan yg belum diketahui, dan dikatakan menjadi tempat dimana setiap jenis permohonan dpt dikabulkan. Bukan membangkitkan org mati.” – Mr. Morisaki
Pengetahuan sang guru dalam hal ini bukan tanpa alasan.  Ia adalah seorang topsider yang mempunyai misi untuk masuk ke dunia Agartha dengan tujuan mengembalikan istrinya yang sudah meninggal. Ia tergabung dalam sebuah organisasi yang menaungi para topsider bernama “Arch Angel”. Satu-satunya organisasi yang mengakui keberadaan Agartha. 

Topsider

Namun keberadaan topsider adalah sebuah ancaman bagi penghuni Agartha, karena tujuan topsider masuk ke Agartha adalah menghancukan seluruh isi Agartha dan mengambil benda-benda penting seperti “clavis”, sebuah kunci yang dapat mengabulkan permohonan. 

Clavis

Pernah juga terjadi history tentang hal ini, dimana dahulu para topsider berlaku kejam kepada penduduk Agartha, mereka menyiksa dan membuat penduduk menderita. Untuk itu, penghuni Agartha sangat mengutuk para topsider. Agar topsider tidak bisa masuk ke Agartha, gerbang pintu masuk Agartha dijaga ketat oleh Quetzal Coatl. Eh, tapi ada yang beda disini, Mr Morisaki emang topsider, tapi tujuan dia cuma ingin ngebalikin sang istri. Dia ga ada niat sama sekali untuk ngancurin dunia Agartha. Agar misinya berhasil ia berpura-pura bergabung dg Arch Angel. 

Mr. Morisaki

Singkat cerita, karena di Agartha terdapat lubang kematian dan kehidupan tempat para nyawa orang-orang yang sudah meninggal atau disebut "Finish Terra" dan ada kepercayaan dengan menggunakan clavis bisa membuat permohonan yang bisa dikabulkan. Maka Asuna dan Mr. Morisaki masuk ke Agartha. Morisaki dan Asuna ingin membuat permohonan di Finish Terra dengan satu-satunya clavis yang mereka miliki yang diberikan oleh Shin Canaan Preases untuk mengembalikan nyawa istri Morisaki dan Shun yang telah menolong Asuna dari Quetzal Coatl. 

Oiya kenalin, Shin Canaan Preases, kembarannya Shun yang pada akhirnya menjadi sahabat yang menuntun dan banyak menolong langkah perjalanan Asuna dan Morisaki di Agartha.

Shin Canaan Preases
Ganteng kan :v


Selain pemandangannya yang indah, di Agartha ada banyak visual-visual yang unik dan menarik.  Tapi yang ikonik itu adalah clavis itu tadi, kemudian ada Finish Terra yang sudah dijelaskan, Shakuna Vimana yaitu sebuah perahu terbang yang mengeluarkan melodi misterius. Nah melodi itulah yang sering didengar oleh Asuna melalui radionya diatas bukit dan ada Dewa kayak Dewa Bumi gitu karena wujudnya seperti corak bumi, ada ijo-ijonya seperti peta atau globe gitu /apasih/ yok liat aja :v

Shakuna Vimana

Dan Shakuna Vimana ini bisa berubah wujud seperti dewa kematian & kehidupan ketika ada yang menyalakan sebuah clavis di dalam lubang Finish Terra dan memohonkan sebuah perimntaan. Kok bisa gitu, iya ternyata Shakuna Vimana inilah tempat tersimpannya nyawa-nyawa yang sudah meninggal. 

Rupa lain Shakuna Vimana

(Katakanlah) Dewa Bumi :v

Ada banyak rintangan yang harus Asuna dan Sensei lalui dalam perjalanan mereka menuju Finish Terra. Dan Finish Terra ini ngingetin sama movie anime Kimi No Na Wa, tempat si Mitsuha dan Taki ketemu di desa Itomori yang terkena komet jatuh. *yaiyalah, orang yang bikin filmnya kan orang yang sama hehe^^

Lubang Finish Terra

Yang paling ngeriin or bikin "merinding disko :v" itu rintangan saat Asuna diculik makhluk Izoku >,< Jadi, waktu Asuna dan Morisaki beristirahat dari perjalanannya, saat mereka tidur, Asuna dibawa oleh makhluk-makhluk mengerikan ke sarang para makhluk tersebut (Sarang Izoku). Ternyata Asuna bukan satu-satunya yang ditangkap. Ada anak perempuan mungil bernama Manna dari desa Agartha telah berhari-hari diculik Izoku.  Siapapun yang diincar oleh Izoku akan disebut sebagai darah kotor. 

Izoku
Mereka mengincar anak-anak hasil pernikahan penduduk asli Agartha dengan Topsider. Nah Asuna dan Manna sepertinya punya kaitan akan hal tsb. Itulah kenapa Asuna dan Manna disebut darah kotor. Kelemahan dari makhluk Izoku adalah tidak dapat terkena sinar matahari dan air. Sehingga mereka akan bebas berkeliaran di malam hari mencari mangsa. Mereka juga bisa hidup melalui bayangan-bayangan. 

Si Kecil Manna

Singkat cerita, berbagai rintangan sudah dilalui Asuna dan Morisaki. Sampai akhirnya Morisaki sampai terlebih dahulu ke permukaan bawah lubang Finish Terra karena Asuna sendiri ga kuat untuk ikutan masuk ke Finish Terra. Akhirnya setelah Morisaki sampai, ia menyalakan clavis dan memohon sebuah permintaan, yaitu ingin istrinya kembali hidup. Tapi ga semudah itu lagi ya ferguso, balik lagi karena Agartha itu bukan tempat untuk membangkitkan orang mati, maka jika ada yang minta arwah yang sudah meninggal untuk dihidupkan kembali, harus ada manusia hidup yang menjadi tempat si arwah yang diminta. Dan harus rela salah satu bagian tubuh orang yang minta untuk diambil oleh Dewa Shakuna Vimana. Jadi, semacam tumbal gitu ya, lo minta kudu beli.

Itulah yang terjadi sama Asuna dan Morisaki. Saat Morisaki sampai duluan di Finish Terra, dia melakukan sebuah permintaan, yang dimana saat Asuna tiba menyusulnya, arwah sang istri yang dibalikin sama Shakuna Vimana masuk ke tubuh Asuna. Dan Shin yang ngeliat itu, ga setuju dong. Kesannya kan kayak si Morisaki ini egois, minta istrinya balik tapi ngorbanin nyawa Asuna walau awalnya Morisaki ga berniat seperti itu karena tiba-tiba aja Asuna dateng, dan info ttg ternyata harus ada yang di korbanin itu baru aja dia tau. Morisaki juga kehilangan sebelah matanya dari kejadian itu.

Akhirnya, untuk ngembaliin nyawa Asuna, Shin berusaha buat ngancurin clavis yang masih menyala. Endingnya, arwah istri Morisaki balik lagi ke Shakuna Vimana, dan keadaan Asuna kembali normal lagi. Nah, ini dia nih pelajaran yang bisa didapet, kalau kematian adalah kematian, kehidupan ya kehidupan. Gabisa tuh ada yang namanya kematian bisa dibangkitkan lagi jadi kehidupan. Dan perjuangan yang sudah dilakukan secara bersama, tidak boleh menghasilkan sebuah keegoisan atau hasilnya dinikmati sendiri.


Fakta Menarik dari film ini :

* Meski ada makhluk nyeremin seperti Izoku dan Quetzal Coatl, ternyata mereka termasuk yang memiliki peran penting dalam menjaga Agartha. Karena konon katanya, di Agartha juga ngalamin yang namanya masa kolonial atau masa penjajahan nih guys. Sama kayak Indonesia yang dijajah Belanda. Raja-raja dan kaisar masuk ke Agartha untuk menjajah dan mengambil kekayaan yang ada di Agartha. Ternyata di Agartha juga kenal yang namanya Adolf Hitler atau entah mungkin mereka juga ngalamin masa-masanya Hitler dulu apa gimana. Karena di film ini ada part pendek yang ngeliatin sketsa Hitler. 

Sketsa Adolf Hitler

"Pada zaman dulu, raja-raja dan kaisar dari permukaan datang untuk mencuri kekayaan dan pengetahuan Agartha selama ratusan tahun untuk memerintah permukaan (dunia nyata sesungguhnya). Dan mereka kembali membawa peperangan yang tak terhitung jumlahnya. Kami adalah yang paling mulia dari orang-orang permukaan. Tetapi kota-kota kami semuanya hancur dan tingkat kelahiran kami menyusut. Sekarang hanya tersisa beberapa desa. Untuk itu, kami menutup gerbang dengan clavis agar orang dari permukaan tak bisa masuk." - Tetua Penduduk Desa di Agartha
Untuk itu semua penduduk Agartha termasuk makhluk-makhluk mengerikan tentu benci sama manusia dari dunia nyata. Makhluk ngeri spt Izoku dan Quetzal Coatl juga berperan dalam melindungi Agartha. Sebenernya dulu si Quetzal Coatl itu penjaga gerbang yang ramah. Tapi semenjak diserang terus sama Topsider, semua indera mereka rusak. Akhirnya jadi ganas. Selain itu, para Izoku cuma jahat sama anak-anak dari hasil pernikahan penduduk Agartha dengan orang dari permukaan, spt Topsider atau yang lain.

* Tau Mimi kan? Sikucing mungil orens yang lebih mirip anak tupai itu.. Ternyata Mimi ga semata-mata jadi peliharaannya Asuna, tapi dia juga selama ini datang dari Agartha ngejalanin tugas buat jaga Asuna. Sampai akhirnya si Mimi pergi untuk selamanya karena tugasnya udah selesai ketika Asuna udah di Agartha.Sedih bgt Mimi harus pergi:(



Mimi

Part favoritku dari film ini :

Asuna mendengarkan radio sambil makan sandwich



Asuna beberes sendirian



Asuna, Mimi dan Mr. Morisaki istirahat menikmati kentang bakar

Dan spot-spot indah yang ada di Agartha



Sekian cerita dari Asuna dkk 
Anime yang ga mengecewakan. Dengan spot-spot terbaik dan cerita yang anti mainstream, 
anime ini recomended buat ngisi hari kosong kamu!

Sumber ilustrasi :
Google, Tumblr & Dokumentasi Pribadi
Sumber cerita : 
Nonton & Olahan Pribadi 

♫☆


13 komentar:

  1. Replies
    1. Kakak ngga download dek.. di yt ada tinggal ketik judulnya + ketik "sub indo" hehew

      Delete
  2. woah! I'm better check this movie out!! thanks for the recommendation, onee-san!! <3 :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. happy to share for you. enjoy watching Runo ssann :)

      Delete
  3. Seems interesting!! hehe thank you for recommendation <3

    ReplyDelete
  4. Lianty mau nonton ini belum kesampaian mulu
    Soalnya kan nih movie satu rumah sama Kimi No Nawa kan tuh kak. .. Jadi dah pasti bagus juga :)) semoga cepat2 dapat wifi deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya dek tunggu ada wifi, kakak juga gitu kkk. || iya semoga bagus ya setelah Lianty nonton :)

      Delete
  5. Aku lebih tertarik sama GIF-nya daripada tulisannya hehe, maaf aku enggak terlalu suka anime soalnya. Tapi, aku saluut sama Kak Hen sanggup buat tulisan sepanjang gini untuk nyeritain anime itu :D pasti Kak Hen suka banget ya sama anime itu sampe niat banget buat sinopsisnya. Saluut, pokoonya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. kesukaan mah bebas dik :) kkk i'm bad in movie review.. jadi ceritain deh, bukannya ngereview T.T Labelnya jadi "cerita film" wkwkwk panjang sampe capek/males bacanya :D

      Delete
  6. ini yang buat sama kayak yang buat kimi no na wa ya kak?

    ReplyDelete


 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design