Masa mudaku telah lewat. Tersisa 10th lagi (tergantung perspektif masing-masing). Aku tak pernah mengalami main banyak bersama teman-teman yg rame dan gaul. melakukan hal-hal gila yg bisa dilakukan selayaknya remaja pada umumnya. aku menyesal tdk hidup dengan baik pada masa termudaku. aku banyak ketinggalan karena banyak bersendirian ; asik dengan duniaku sendiri, banyak minder dan tdk gaul. >,<
Ditengah kegelisahan ini, ide di kepala tak pernah berhenti muncul. Kepala ini tak pernah berhenti bergerak. ia memberi tahu ku untuk mencoba interaksi online.
setelah bertemu satu orang hingga orang ke seratus. apa ini cinta? pikirku.
Mengapa orang orang begitu liar dan mudah mengeluarkan kata sayang disini?
Aku tau orang mana yg harus ku hindari dan terus ku hadapi.
Setelah bertemu beberapa orang yg kuputuskan utk terus ku hadapi, aku menjadi mudah goyah. Aku suka, aku ingin terus berinteraksi setiap hari, aku ingin memiliki, aku ingin menjadi satu satunya bagi mereka, aku ingin menjalin hubungan yg tdk pernah ku rasakan sebelumnya.
(aku adalah seseorang yg telah lama hidup namun tak kunjung mengalami apa yang namanya pacaran (in real life). >,<))
tanpa sadar, aku menciptakan mereka di kepalaku, versi diriku sendiri tanpa tau bagaimana asli mereka yg sesungguhnya. aku tak dapat keluar dari imaginasi dan kembali ke kenyataan.
aku melakukan apa yang di inginkan tanpa menghiraukan perasaan sendiri. aku bersikap seolah-olah mereka benar-benar milikku. pikiran ku berkeliaran kemana-mana. aku menjadi bodoh dalam permainan ini (dan terus mengizinkan diri utk menjadi bodoh).
Jika mereka tdk ada, aku merasa rendah diri. jika mereka lama membalas, aku ovt. jika mereka ada, aku merasa special dan menjadi posesif. Merasa satu satunya padahal mereka tdk hanya berinteraksi dengan satu perempuan virtual. Entah dimana akal sehatku. Kemudian jika mereka menghilang, meninggalkanku, baru ku tau rasanya ditampar kenyataan. Kenyataan bahwa ini hanya permainan untuk bersenang-senang. Tdk ada yang perlu di seriuskan membuatku semakin rendah diri. Entah dimana akal sehatku.
kenyataan yg mengatakan kalau aku tdk layak. mereka yg terlihat keren, sedang aku upik abu. merasa tdk berharga
tapi rasa penasaran dan berharap ini terlalu menguasai ku. aku meneruskan kegilaanku menjadi orang lain dengan nama lain, umur lain dan asal lain. aku menjadi orang lain demi dapat meneruskan interaksi virtual bersama mereka ; orang orang yg pernah menyakiti ku.
aku jg menggunakan akun ketiga dari sosial mediaku demi dapat lanjut berinteraksi dengan mereka yg kadang bisa menyakiti. aku memakai foto profil perempuan cantik dr internet yg tdk terlalu jelas, namun berekesan menarik. aku membuat kesan yg misterius itu pun karena utk menutupi rasa insecure ku.
Gila.
ketika aku bertanya hal hal pribadi yg menyangkut diriku, mereka berkata lain. mereka semua berbohong. aku merasa tdk dianggap dan semakin jatuh ke dasar laut.
Dalam keadaan yg tenggelam itu, aku hanya meneruskan perasaan tersakiti dan menyakiti diri sendiri. Aku terus meneruskan peranku sbg orang lain, berusaha menjadi pribadi yg berbeda, namun tak jarang aku tdk tau harus berbuat apa. aku bingung sendiri dan merasa tdk pernah bisa menjadi pribadi yg menyenangkan bahkan dg menjadi orang lain dan memakai foto orang cantik.
Saat aku sudah tdk tahan lagi. Aku melemparkan kalimat yg memperlihatkan siapa diriku sebenarnya. Lalu aku kehilangan mereka lagi.
Akhirnya, aku hanya bisa menguntit (stalking online) yg semakin membuatku tdk merasa baik. Aku merasa rendah diri tapi aku terus melakukannya. Setelah mencoba mengikutinya, mereka memblokir atau menghapusku dari pengikutnya. Rasa dibuang, penolakan, tidak diinginkan, semuanya menyelimuti ku. Aku merasa sudah tidak sehat.
Semua tdk ada gunanya. Hanya menyakiti diri sendiri.
Aku ingin berhenti.
...................
πΌ Apa yang harus aku lakukan padamu?
Aku tidak pernah merasa seperti ini
Naik dan turun terlalu banyak
Aku tidak bisa mengontrol diriku
Satu hal yang pasti
Aku tidak bermain permainan ini
You got me feeling like a Psycho Psycho πΌ


0 komentar:
Post a Comment