Pikiranku terus bergerak tapi tubuhku hanya diam di tempat. hanya tidur dan tidur sepanjang hari (tetapi aku jg mengalami masalah pola tidur dan susah tidur). Berimajinasi dan terus berimajinasi. Sampai imaginasi liar pun bermunculan.
selalu makan yang diakhiri perasaan penyesalan. aku punya kebiasaan buruk impulsif membeli makanan yg pada akhirnya tdk membuatku benar-benar bahagia. entah dia tdk enak atau, dia enak tapi menjadi tidak enak karena aku keseringan impulsif yg membuatku boros. Lalu perasaan menyesal muncul setelahnya. Aku tdk pernah benar-benar bahagia dengan uang ini.
tontonan apalagi yg harus ku nikmati? musik mana lagi yg dapat menyenangkan telinga dan perasaanku? semua terasa seperti sudah dilalui. aku bingung harus mencari kesenangan apalagi.
Internet ini terasa seperti memberiku makanan kehampaan setiap hari. Ia membuat nyaman namun perlahan membunuh ku. membuat rasa malas ku semakin tak terkendali.
Semua kesenangan ini hanya bersifat sesaat. Tak pernah benar benar membuat bahagia.
Aku merasa kesenangan tsb telah membawaku ke dalam lingkaran setan, tapi aku juga binggung jika harus meninggalkan kesenangan tsb, karena tak jarang mereka juga yg memberiku inspirasi.
Mencoba keluar mengunjungi satu demi satu orang. Tapi apa yg ku lakukan? Aku terus bertutur dan ingin didengarkan. (aku buruk dalam mengungkapkan perasaan dan berbicara) Tak pernah dapat benar-benar berinteraksi dg baik dan benar. Aku hanya menyakiti diri sendiri. Bahkan merusak suasana dan bisa menyakiti orang lain. Sikap kekanak-kanakan dan emosi yg ku miliki menjadi boomerang bagi diriku sendiri. Bahkan aku sudah sampai pada kehilangan sisi sbg manusia. Etika ku entah kemana perginya. Aku kehilangan diri sendiri.
Wajar jika orang-orang berbicara buruk tentang ku, melihatku aneh dan lain semacamnya. Tapi, kenapa aku sulit menerima?
Bahkan pekerjaan pun tak membuatu merasa lebih baik. Orang bilang bekerjalah. Tapi mereka tdk tau apa yg aku alami. Dan aku selalu berakhir menyerah dengan pekerjaan yg ada. Aku juga semudah itu menghilang kan diri dr orang-orang (tidak ada yg mencari juga). Tidak pernah benar-benar mempunyai hubungan yg langgeng dg siapapun. Masalahnya ada dalam diriku. Aku hanya kembali bersendirian di rumah. Tidak melakukan apa-apa dan mati. Kembali menyia-nyiakan diri dan waktu. Membuat sisi egoisku ku semakin meninggi. Ya, I'm the problem it's me.
Aku tdk pernah benar benar merasa senang dengan bertemu orang-orang (atau hanya aku yg blm kuat, tdk mau mengasah kekuatan diri dalam menghadapi berbagai situasi.) Membuatku kembali mengasingkan diri. Oh aku senang sekali sendirian. Aku merasa bebas saat sendirian. Aku dapat mengerjakan pekerjaan rumah tanpa khawatir. Tapi satu hal yg tak pernah luput adalah, perasaan hampa dan kesepian.
Melihat kalimat dari public figure soal bersendirian membuatku merasakan hal yg sama. "Hidup itu sendirian. Mati juga sendirian".
Interaksi online juga terasa tdk menyenangkan lagi. Aku lebih banyak membuang energi didalamnya, mendapati rasa cemas, dan membuat ovt ku semakin meningkat. Aku jg sering dibuat emosi oleh orang-orang aneh di dalamnya. Dan fakta pahitnya, aku juga mudah kehilangan orang-orang di dunia virtual.
Jika diperbolehkan, ini adalah saat yang tepat untuk minum. Aku mulai berfantasi minum di meja kecil sebuah angkringan Korea Selatan seperti dalam drakor, lalu menggumam sendirian diatas meja dengan pipi merah dan mengantuk (tapi, mana bisa aku seperti itu).
Pikiranku terus bergerak meski aku tdk melakukan apa apa. Dan ini sungguh menyiksa. Aku bisa berpikir jauh, sejauh ujung antartika padahal kenyatannya hanya sejarak sepuluh jengkal. Aku bisa berpikir yg tdk tdk dan membuat masalah sendiri karena punya pikiran seperti ini. Aku jg kehilangan diri sendiri dan orang terdekat karena pikiran sendiri.
Kadang aku merasa pikiran ini juga berguna. Karena imaginasi ku tak henti memberiku sebuah ide. Sial! aku belum juga bisa menjadikannya sebuah karya.

0 komentar:
Post a Comment