Cerita menjadi Kurir



Pada pagi hari yang cerah di bulan ramadan, aku terbangun. Mataku melirik jam handphone. Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Tet tereteeet~ bunyi orderan masuk. Aku mengamati dan mempelajari orderan tsb. Lalu aku menyetujuinya. Aku bergegas mencuci muka, mengenakan jilbab juga jaket kuning Maxim. Usai mengirim pesan kepada pelanggan, aku pun menyalakan motorku dan memanasinya beberapa menit. 

Aku pun berangkat ke lokasi belanja yg telah dipesan pelanggan. Aku membuka pintu supermarket tsb. Lalu mataku mencari cari bento daging cincang yg dimaksud. Aku jg memesan ice chocolate utk pelanggan tsb. Setelah pesanan siap dan selesai membayar di kasir, aku berangkat menuju lokasi rumah pelangganku. Sesampai di rumahnya, senyum hangat ia berikan kepadaku. Aku pun memberikan pesanannya. Lalu pelanggan tsb memberikanku tip. Alhamdulillah selalu ada pelanggan baik hati. Aku pun melemparkan senyum lalu pamit dan berterima kasih. 

Itulah cuplikan hari-hariku saat ini. Bekerja sebagai kurir ojol tidaklah buruk. Juga tidak sesulit yg aku bayangkan. Beruntungnya aku tinggal di wilayah yg penduduknya tak sebanyak di kota-kota besar. Jadi memudahkan ku untuk mencari alamat demi alamat tujuan. 

Banyak yg memberi afirmasi positif karena jarang ada wanita yg mau bekerja sebagai kurir ojol. Bagiku pujian tsb tidak lah benar. Jika saja aku tinggal di kota kota besar, aku pun tidak akan sanggup untuk menjalani profesi ini, karena alamat di kota besar sangatlah banyak dan rumit. Sungguh, aku tidak akan sanggup. 

Semakin lama aku menggeluti profesi ini, semakin aku menemukan jati diriku. Aku yg lebih suka bekerja tidak terikat, jam kerja fleksibel, dan pendapatan harian. Aku juga merasa seperti menemukan passion dari pekerjaan ini. Meskipun pekerjaan  ini sederhana, tapi aku bahagia menjalaninya. Aku jg belajar meningkatkan kualitas diri dari hari ke hari berkat pekerjaan ini. Menjadi kurir ojol aku belajar komunikasi yg baik dg pelanggan, meningkatkan kualitas berkendara, mempelajari rute demi rute, dan melatih cara berpikir ; orderan mana yg aman, baik dan menguntungkan.

Aku tidak tahu apakah passion ini benar adanya. Yang pasti aku senang menjalani profesi ini. Aku senang merasa dibutuhkan. Senang bisa menjadi kepercayaan orang-orang. Senang bekerja sambil jalan-jalan mengendarai motor (kena angin terus, seger), senang bisa tahu tempat-tempat kuliner yg enak dan tentu saja senang mendapatkan tip ehehe

Aku juga tidak menyangka kekuranganku dahulu bisa menjadi kelebihanku di masa kini. Dulu, saat aku sekolah dan kuliah, aku tidak bisa mengendarai motor dan selalu tertinggal dari teman-teman. Aku selalu menjadi orang yang ditumpangi. Pulang sekolah, pergi belajar kelompok ke rumah teman, pulang pergi praktikum, semua semua aku ditumpangi. Aku jg menjadi pelanggan ojek saat sekolah dulu. 

Dan kini, ketertinggalan tsb berubah menjelma menjadi salah satu kebisaanku ; sumber tumpuan hidupku ❤

Berawal dari menonton anime super cub, yg menceritakan tentang seorang Koguma yg super introvert, tak punya teman dan tak punya uang. Berkat motornya, hidupnya perlahan-lahan berubah menjadi lebih berwarna. Bersama motornya, ia bisa punya teman, mengunjungi tempat yg belum pernah ia kunjungi, dan melihat pemandangan yg belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia juga bisa mendapatkan uang berkat motornya dengan bekerja sebagai kurir.

Begitulah kondisiku sebelum tahun 2023. Persis Koguma. Menyedihkan rasanya ketika aku tak tahu apa yg harus aku lakukan, tak punya rencana apa-apa bahkan passion maupun teman. Hanya bisa tidur. Itulah titik terendahku selama ini. Tapi semenjak menonton cerita Koguma, aku pun terinspirasi menjadi kurir. Alhamdulillah bertahan sampai sekarang. Sempat aku berhenti, namun aku kembali lagi. 

Tak apa bekerja sederhana, asalkan hatimu bahagia. 

Ku do'akan kau yang membaca ini, jika dalam keadaan belum tahu menjadi apa dan melakukan apa, semoga kalian bisa segera menemukan passion kalian ya! Semangat!!! 

See U

0 komentar:

Post a Comment


 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design