Cerita menjadi Kurir



Pada pagi hari yang cerah di bulan ramadan, aku terbangun. Mataku melirik jam handphone. Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi. Tet tereteeet~ bunyi orderan masuk. Aku mengamati dan mempelajari orderan tsb. Lalu aku menyetujuinya. Aku bergegas mencuci muka, mengenakan jilbab juga jaket kuning Maxim. Usai mengirim pesan kepada pelanggan, aku pun menyalakan motorku dan memanasinya beberapa menit. 

 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design