Quarter Life Crisis




Quarter Life Crisis menurut berbagai sumber, adalah keadaan dimana kamu ngerasa hidup kamu ga berguna. Kamu mudah putus asa. Menjadi pribadi yang insecure. Kamu ngerasa semua yang kamu lakukan itu semuanya salah. Kamu minder. Dan parahnya lagi, kamu sebenernya tau apa yang harus kamu lakuin tapi kamu cenderung menjadi bingung. Biasanya, hal ini dialami oleh kalangan usia 20an keatas. ya, usia 20an keatas emang ga sebecanda itu.



QLC juga proses dimana kamu mendewasa ke step selanjutnya (udh dewasa tambah dewasa lagi gitu).

Dewasa itu baik, sangat baik malah jika konteksnya pada cara kita bersikap dan dapat bijak dalam menanggapi masalah. Tapi, ada juga keadaan saat dimana kita harus bergemuruh sama diri sendiri dulu untuk menerima sebuah pendewasaan. Seperti pada hal yang kamu senang lakuin, lalu pelajaran hidup ngasi tau kamu untuk berhenti ngelakuinnya. Mungkin contoh kecil, misalkan menggambar. Waktu kecil kamu suka bgd menggambar. Object apapun kamu gambar. Pas gede, kamu tahu kalau ga semua object boleh digambar. Kamu galau, kamu pengen bgd nerusin hobi itu. Tapi kamu juga galauin dosa. Kamu pun terjebak antara "ingin mengembangkan potensi diri dan hal pendewasaan" itu tadi. 

Kan, dewasa ga enak kan. hehe. Banyak pengetahuan itu baik, tapi banyak tahu juga sekaligus bikin galau. Rasanya mending ga tahu aja. Pengen bodo amat gitu sama yang namanya "Cogito Ergo Sum" (Aku Berpikir Maka Aku Ada) -..- *makasih Descartes xD*


Me, myself maybe at this stage. Maybe. I can't push myself too. I don't want to labeling myself. I just feel that i often question my life again. Sering berpetualang ke alam pikiran waktu kecil dulu. Waktu hidup rasanya paling indah. Lalu petualang pikiran berlanjut ke masa puber, remaja, dewasa awal hingga sekarang. Akhirnya, yang ada cuma desas desis semacam "buat apa sih aku hidup?" "tujuanku apa sebenernya?" "bener ga sih yg gw lakuin?" "why did i do that?" "why my family are like this?" "how come my friend are on..." ya, jadi nyalahin diri sendiri dan orang lain.



Now, let's find what is the Quarter Life Crisis yang sebenarnya.


"Jangan sampai komparasi sosial membuat kita kehilangan identitas. Jangan sampai kita hanyalah sebuah produk dari dogma masyarakat" -channel satu persen-

*Video ke-2 ini yg paling recomended, singkat dan jelas.*

Cara menghadapi Quarter Life Crisis, intinya jangan sampai kita hilang. Ilang maksudnya, jangan ilang dari passion kamu, jangan ilang dari hal-hal yang kamu sukai, jangan ilang dari masyarakat karena rasa minder itu.

Kita emang bakalan punya saat dimana kita ngerasa ga berguna, minder, dan putus asa. Gapapa tekuni terus, kerjain terus apa yang kamu suka, jangan sampai ilang. Nanti dengan sendirinya kamu akan sadar bahwa kamu sudah melewati yang namanya Quarter Life Crisis.



Lalu apakah Quarter Life Crisis itu hal yang wajar sehingga kita mudah menjadi biasa dg QLC? Ngga juga. Ngga banyak orang yang sadar kalau mereka sedang di tahap QLC. Ngga banyak orang yang bisa wise (bijak) dalam menghadapi QLC. Banyak juga yang ngga ngalamain Quarter Life Crisis *wah enak yaa* Dan banyak juga orang yang mudah melabeli diri bahwa ia sedang mengalami QLC. ya, sebenernya semua ciri-ciri QLC yg kita alamin itu bukan berarti kita sedang ngalamin QLC. Akan lebih baik jika konsul ke psikiater.


QLC jalanin aja, lewatin. Jangan ilang.


Selamat menonton, dan selamat belajar :)

***


˵^._.^ ˵

2 komentar:

  1. woaww, I hope I'll not feel this kind of feelings cuz it may lead us into the serious thing. And me also love to compare myself with others and I'm scared that if I can get this crisis. I'm hoping everything will be find. Nice posting, onee-sann!! Love you ❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Runo-ssan, i hope it doesn't happen to you. Love you too haha

      Delete


 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design