Siriusly




Ialah refleksi dari helianthus yang berdiri tegak mengikuti arah galaksi. Si heliotropisme yang gemar menari-nari dengan guratan pensilnya. Alam bawah sadarnya di sepertiga malam baru-baru ini membawanya melayang dan berpetualang pada sebuah bukit, lalu menyaksikan pertunjukan sirkus bintang jatuh. Di langit, terdapat garis putus-putus tak jelas yang jika diperhatikan, membentuk kalimat "sirius". Sejak saat itu, selain biologi, ia menekuni pelajaran Astronomi, hanya untuk mengerti apa itu "sirius" dan kawan-kawannya. Dialah sang pengelana matahari. 

Lily untuk Lintang Putih Ariestar.

Lily
Alam bawah sadarnya di waktu yang lain mengantarkan ia ke bukit lagi, lengkap dengan pertunjukan yang sama, namun keseksamaannya kali itu seketika buyar saat ada anak sebayanya berkaus biru pucat berlari kencang ke arah utara  dengan skateboard di tangannya. Anak itu menghilang ditelan gelap begitu saja. Sementara Lily yang menyaksikan dari atas bukit hanya bisa tertegun melihat apa yang baru saja dilihatnya. Ia heran ditempat sesepi itu, yang tidak terdapat rumah dan orang satu pun, ternyata ia bukanlah satu-satunya yang dapat berada di bukit mimpi.


***

Sepercik lentikan air terasa di wajah Lily. Ternyata adik laki-lakinya yang hobi iseng, pagi itu mengerjai kakaknya agar bangun, meski waktu masih menunjukkan pukul 04.30 pagi. Pertanda si adik menagih janji agar joging pagi buta di car free day alun-alun tidak jadi batal lagi seperti hari minggu kemarin. Dan hari minggu kali ini, Lio berhasil terbangun berkat alarm wekernya yang ia pasang tepat disamping kupingnya. 

Lily kesal Lio membangunkannya. Tapi kali ini ia tidak ingin kesal berlarut-larut agar peperangan keluarga tidak terjadi kembali. Lagipula, mimpi yang barusan terjadi sudah berakhir semenjak anak kaus biru itu muncul berlarian sepersekian detik. Buru-buru ia membersihkan diri, memasang jaket dan mengganti bawahan dengan celana training. Topi kuning manisnya ikut ia tanggalkan untuk menutupi kepalanya. Tidak lupa dengan raket dan headset di telinganya. Ya, misi Lily dan Lio pagi ini bukan sekedar untuk joging ga jelas, tetapi bermain bulu tangkis di arena khusus yang tersedia di car free day. Kakak beradik ini pun berangkat dengan mengayunkan sepeda mereka.


Lio & Lily


Saat bermain bulu tangkis...

       "bug.." 

Lily tersungkur dan mendapati lututnya lecet. Seseorang menabrak Lily yang asyik bermain bulu tangkis. Orang itu berlalu begitu saja dengan skateboard yang dijalankannya. Lily tak sempat memperhatikan, ia lebih peduli dengan lututnya.

"Ayo bangun, kakak gapapa kan?" Lio memberikan tangannya ke Lily sembari cekikikan.

Lily pergi ke sebuah warung membeli handyplast sementara Lio menghadap ke Bapak telur gulung dekat air mancur. Setelah menempelkan handyplast, Lily menyusul adiknya membeli telur gulung. Mereka kakak beradik yang mencintai telur gulung, meski di sekolah mereka juga jajan jajanan yang sama. Telur gulung dimata mereka seperti Spongebob bagi Patrick (ga nemu perumpamaan yg pas :D)

"tadi kamu lihat orang yang nabrak aku ngga yo?" tanya Lily ke Lio yang terlihat seperti sedang menyikat gigi dengan telur gulung dari tusuk lidinya.

"mm ga begitu perhatiin, berambut pendek, mungkin cowo bisa juga cewe, dan berjalan  menggunakan benda beroda seperti itu" Lio menunjuk komunitas skateboard diujung sana.  

"yodah yok lanjut main lagi, bentar lagi mau jam 10 nih" pungkas Lily yang tidak ingin berlama-lama dengan topik kecelakaannya itu.



*** 

"Kami pulang" teriak Lily dan Lio berbarengan.
"Lily akhir-akhir ini bunga ga pernah kamu siram dek?" tanya Ibu
"tetep Lily siram kok Bu, memangnya kenapa Bu?
"banyak bunga yang rusak dek" jawab Ibu
"Loh, yang bener bu?"

Kebun bunga Lily


Cepat-cepat langkah Lily meninggalkan percakapan untuk memeriksa tanaman di halaman belakang. Disitulah tempat merekahnya bunga pukul empat, matahari, nona makan sirih, daisy, morning glory, bougenville, jeruk, markisa, jagung dan kedelai. Anehnya, hanya bunga matahari yang rusak, walau cuma sebagian. Lily menengok-nengok ke bawah bagian bunga, memperhatikan sekeliling tumbuhan-demi tumbuhan. Ketika ia hendak menangkap capung di arena matahari, matanya mendapati kertas mencurigakan dibalik kuaci yang rusak itu. Terkejut ia saat mendapati tulisan "Untuk Lily" di punggung kertas itu. Antara terkejut dan senang, Lily mendapatkan surat lagi. Sudah tiga bulan berlalu ia tidak melakoni aktivitas bermain penpal. Berkirim surat kepada sahabat pena yang ia temukan melalui sosial media. Namun satu dua pertanyaan enggan pergi dari kepalanya. Mengapa surat itu tidak berada di kotak surat depan rumahnya? Mengapa ada di bunga matahari? Matahari yang rusak lebih tepatnya.

Lily bergegas masuk kamar kemudian bersila diatas kasur. Tidak ada motif apa-apa pada amplop polos itu. Makin pening lagi Lily, setelah menyadari tidak ada nama pengirim surat tersebut, melainkan hanya huruf "S". Kepeningan Lily berlanjut lagi setelah membaca sebaris dari isi surat tersebut.

"Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban. Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu." (Dee, Partikel, 2012) -S

 "Cuma sebaris? Apa ini? Tunggu, ini kan quotes Supernova. Ngapain dia ngirim ginian segala! S? Bodo amatlah kau S siapa. Dia cuma perusak Matahari Ayah. Orang iseng!"

Lily yang tadinya tak acuh menjadi kesal mengingat matahari pertamanya rusak begitu saja. Ia pun beranjak membantu Ibunya membuat sarapan. Bergegas mandi dan berangkat ke tempat les pelajaran fisika yang tak pernah ia inginkan sebelumnya. Tak lupa ia meninggalkan jejak di sosial medianya :


"Sedih sekali rasanya hari ini. Bunga-bunga matahariku yang baru belajar berbunga dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Padahal setiap hari Ayah selalu gigih merawat dan menjauhkannya dari ulat-ulat. Hancur sudah pokok bunga matahari yang pertama" tulis Lily pada caption foto matahari yang diunggah ke sosmed pribadinya, @HappiLy. Foto matahari itu pun seakan-akan mengadu ke Lily ingin berkata "aku telah dirusak".



***

Hari ini Kak Wiranti menjelaskan tentang hukum kekekalan momentum. 





Agar relatable, Kak Wiranti menjelaskan dengan contoh pemain skateboard. Kak Wiranti melanjutkan,
Prinsip skate board itu mirip mirip konsep penerbangan. Skate board sendiri memiliki sejumlah mesin sederhana yang membuatnya fungsional. Bentuk papan skateboard modern memiliki hidung terbalik keatas serta ekor. Keduanya sangat berguna sebagai tuas untuk pengendara dan membantu pemain skateboard untuk mengurangi gaya yang bekerja saat melakukan trik permainan di lantai landai, di jalan, atau di tanah datar. 
Contoh Soal
Seorang anak sedang bermain skateboard dengan kecepatan 6 m/s dan massa skate board 4 kg. Apabila anak tersebut massanya 20 kg. Berapakah kecepatan skate board setelah anak tadi melompat kedepan dengan kecepatan 2 m/s?
Begitulah kak Wiranti memberikan ilmunya hari ini.

"Aku pusing dengan materi baru hari ini. Rasanya ingin cepat-cepat hari kamis biar ketemu Biologi." gumam Lily dalam hati.
***

Lily melepas standard sepedanya bersiap membawanya pulang bersamanya. Di parkiran terlihat kak Wiranti tak jauh darinya sedang menyiapkan motor. Dan ia baru ingat, ada pertanyaan yang ingin ia tanyakan ke cewek muda cantik yang ia panggil sensei itu.

"Sensei Wira!" Panggil Lily sembari melambaikan tangan ke arah Kak Wira
"Ada apa dek Ly? pelan-pelan aja jalannya dek" balas Kak Wira ramah sambil menebarkan senyum khasnya. Senyum yang menyembulkan lubang kecil di kiri bawah dagunya
"Sensei, Lily lupa nanya sesuatu ke sensei tentang Astronomi. Sensei pernah denger tentang bintang Sirius?"
"Bintang yang paling terang"
"Iya iya terus teruss.." balas Lily antusias
"Sirius itu bintang kelas A karena yang paling terang, kalau ngga disandingi dengan Matahari dan Bulan ya. Dia ga tunggal. Dia biner. Artinya, Sirius terdiri dari dua bintang yang saling mengitari. Sirius A dan Sirius B. Itulah kenapa Sirius punya julukan "bintang kembar". Memangnya ada apa dengan Sirius dek?"
Lily & Kak Wira

Tanpa mengindahkan pertanyaan Kak Wiranti, Lily berlalu dengan senyum khasnya yang membuat kedua matanya tenggelam.


*** 

Lily pulang dengan sejuta pertanyaan di kepalanya. Sepedanya ia parkir dengan lesu. Tapi yang pasti ia ingin langsung membasahkan diri dan menyantap daging terenak di dapurnya. Iya, pagi tadi Ibu memasak rendang lengkap dessert kesukaan Lily, kue lapis rasa pandan.

Usai menyelamatkan diri dari lapar, Lily menyetel televisi bersiap untuk acara anak favoritnya, Laptop si Unyil. Beberapa menit kemudian Ayah yang sedang membersihkan ladang kebun menghampiri Lily dengan tangan berhiaskan tanah. Ayah datang memberikan surat untuk Lily.  Dan lagi, surat itu tidak berada di kotak surat melainkan ditemukan Ayah dalam kondisi pucat pada ranting-ranting Matahari.

"Sirius or Helianthus, you are not both. Get ready for the dragonfly44"  -Canopus-

Isi surat baru untuk Lily berbunyi aneh lagi dan tanpa identitas. Bedanya, kali ini amplop suratnya memiliki satu gambar, yaitu dandelion yang berguguran terseret angin. Namun yang membuat Lily pusing adalah nama si pengirim yang berbeda.


"Canopus? Bukan S? Apa lagi ini?"




                                                                        Selamat Ulang Tahun LilyPut
                                                                     *** 

2 komentar:

  1. i hope i can read indonesian well. :') i knew that this words must be so beautiful. :)

    ReplyDelete
  2. Baca ini senyum senyum sendiri.. hihihi. Nice work kak Hen!! Love bangett >< kak Hen semangat yaa!!

    ReplyDelete


 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design