Cerita Perjalanan-Videografi "Kapal & Laut"



     Sejak kecil, menaiki kapal laut untuk sampai ke rumah atau pun berkunjung ke rumah nenek di seberang sana, sudah menjadi kebiasaan kami sekeluarga. Bagaimana tidak, jika di pulau Jawa, transportasi yang umum adalah kereta api, di daerah kami (west noestra) yang umum adalah kapal laut-kapal umum khusus penumpang pulang pergi. Sumbawa-Lombok kami tempuh bersama nahkoda dan para awak kapal. Di daerah kami tidak ada masinis dengan keretanya T^T Itu karena, (mungkin) daerah kami tidak memungkinkan untuk dibuat area kereta api, karena yang dominan adalah laut. Jadi, ketika di Jawa merasakan kereta api, rasanya Masya Allah, senang sekali :)

     Eh kok jadi ngomongin kereta sih hehe ayo kita lanjut lagi.



     Sudah sejak tahun 2016 akhir, alternatif kapal untuk menyeberangi pulau jawa-ntb aktif beroperasi. KMP Legundi namanya. Jadi sejak saat itu, untuk sampai ke rumah ataupun kembali ke rantauan, aku menggunakan alternatif kapal legundi. Dari pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Lembar Lombok Barat. 

 Banyak yang bertanya, "loh jadinya butuh berapa jam untuk sampai ke rumah?" Aku jawab kurang lebih 21 jam-satu setengah hari. Itupun baru sampai Lombok, belum Sumbawa. Menuju Sumbawa, aku masih harus menyeberang kapal lagi, tapi aku tidak kapok :)

    "Apa ndak mabuk atau capek seharian lebih di kapal?" Ah ngga, Alhamdulillah, aku tidak pernah mabuk. Mungkin karena sejak kecil sudah terbiasa dengan kapal laut. "Apa ndak bahaya, goyang-goyang misalnya?" Hm, ngga sih. Goyangannya pun biasa. Ngga pernah aku perhatikan karena berada di kapal tidak seseram yang dibayangkan, ada tempat bangku duduk dan televisi, kalau mau tidur, hanya dengan menyodori KTP kamu bisa dapetin matras (lapuk hehe) sebagai alas tidur. Di bagian atas kapal, ada ruang terbuka sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan luar kalau jenuh berada di dalam ruangan bawah.

    Mau ibadah pun tidak usah khawatir, disana ada musholla beserta alat sholat. Kami bahkan bisa bertarawih bersama di dalamnya (kalau pulkam saat bulan puasa). Kami juga bisa mandi dengan nyaman di kamar mandi. Airnya hangat hii.  " Lama banget ya untuk bisa sampai rumah" Hehe iya. Tapi aku suka :)

Kenapa?


    Karena, ini moment langka. Aku bisa menikmati perjalanan lebih lama. Menikmati laut lebih lama. Kapan lagi bisa cuci mata 24 jam non stop di hadapan biru air yang bermacam-macam. Birunya air hili, birunya tengah air, birunya air hulu. Birunya langit. Oren kuningnya sang mentari *eaa* ; menyaksikan sunset dan sunrise. Pemandangan yang jarang aku temui semenjak merantau. "Merantau?" Iya karena di rumah aku bisa melihat hanya dengan ke belakang rumah. Dibalik gunung, sawah dan kebun :) "Gunung"? wkwkw Sumbawa itu dikelilingi pegunungan btw, panasss wkwkw 


     Aku juga bisa berhemat jika menggunakan kapal. Jadi, tidak perlu budget ekstra untuk sampai ke rumah. "Tapi belum makannya?" Halah, emang apa aja sih yang mesti dima'em? Hehe, kalau bekal seperti snack aku bisa siapkan jauh hari sebelum berada di pelabuhan. Karena semua tau lah, makanan di kapal itu bisa lebih mahal berkali-kali lipat kkk. 

     Dan kamu juga dapat makan kok dari kapalnya sendiri, nasi kotak dengan lauk seadanya yang kekurangan rasa (bumbu) ngehehe. Satu lagi, walau pulang pergi sendirian, nyatanya aku benar-benar tidak sendirian. Dari dalam kapal aku mendapatkan banyak kenalan, dari ibu-ibu sampai yang sebaya. Bahkan ada yang berteman sampai sekarang.




Saat berada dalam Poso, seru euy! *-*

Salah satunya si cerdas yang satu ini. Risma Inayah. Mahasiswi Psikologi UIN Jogja yang juga berasal dari Sumbawa. Tapi Sumbawa kami berbeda. Dia berasal dari Empang-Sumbawa Besar.

    Seharian lebih aku bersamanya, tapi kenapa rasanya hangat banget ya :) Aku bertemu dengannya di dalam kapal saat balik Malang. Sedangkan dia balik Jogja. Ia bareng pamannya-Paman Jihad, tapi lebih akrab disapa Paman Yeng. 

      
Aku bahkan diberi tumpangan oleh pamannya yang juga hendak mengantar barang ke salah satu daerah di Jawa Timur. Alhasil, dari Tanjung Perak, kami bertiga, Aku, Risma bersatu dalam Poso besar yang dikendarai Paman Yeng. 

     Risma berhenti di Sidoarjo waktu itu, naik travel menuju Jogja. Sedangkan aku lanjut dengan Poso paman sampai Malang, karena kalau tidak salah Paman mengantar barang ke Blitar waktu itu (eh lupa sih kemana). Intinya Arigatouu Gozaimastaa atas tumpangannya Paman~ Berkat paman, aku jadi ngerasain pertama kalinya naik Poso hii :) Dan untuk Risma, senang berkenalan denganmu, semangat terus kuliah dan kejar mimpi-mimpinya :)

***

     Ada banyak video hape kesimpen percuma, jadi supaya punya alasan untuk menghapus video-video itu (karena ngefullin memory wkwkw), aku belajar edit video.

Rasanya seperti berada dalam rumah berjalan *-*

Music by : One Ok Rock ft Avril Lavigne - "Listen"

     Video amatir ini diambil saat pulang kampung terakhir kali kemarin di bulan Juni 2018. Dan ini adalah kumpulan berbagai pelabuhan, "Pelabuhan Perak (Surabaya, Jatim) - Pelabuhan Lembar (Lombok Barat) - Pelabuhan Kayangan (Lombok Timur) - Pelabuhan Poto Tano (Sumbawa Barat).

     Dari postingan ini, aku tidak menjanjikanmu akan merasa nyaman menaiki kapal bagi yang tidak terbiasa, aku tidak bisa membuatmu menjadi suka dengan perjalanan kapal, dan aku juga tidak bisa menjamin ketakutanmu menaiki kapal akan berubah. Karena setiap orang pastinya berbeda-beda dan memiliki konsep sendiri-sendiri, hihi




°°Chicken Hen°°


 

🎐 Template by Ipietoon Cute Blog Design